Opini

Melawan Narasi Kebencian

Melawan Narasi Kebencian

Sentimen kebencian dan permusuhan yang menghantui masyarakat Indonesia saat ini perlu segera disikapi dengan bijak dan tepat. Indonesia sedang tumbuh menjadi negeri yang maju dan mampu, jangan sampai kemajuan ini dilumuri oleh sebaran narasi kebencian dan permusuhan yang malah akan menghempaskan Indonesia jauh ke belakang. Temuan survei Wahid Foundation belum lama ini perlu dijadikan alarm bersama untuk segera bersatu dan …

Read More »

Melibatkan Aparat, Meluaskan Manfaat

Melibatkan Aparat, Meluaskan Manfaat

Rangkaian kegiatan di program Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) tahun anggaran 2018 akan kembali digulirkan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dari lima bidang kegiatan yang ada kepesertaan kali ini difokuskan pada aparatur pelaksana dan pendukung pemerintahan. Dimulai dari bidang Agama, Pendidikan dan Dakwah, BNPT dan FKPT tahun ini akan melibatkan aparatur pelaksana penyuluhan agama yang …

Read More »

Ulama al Azhar Sederhana itu Mendidik Calon Da’i Moderat Asia Tenggara

(Catatan Pertemuan Kyai dan Ulama Muda Mesir di Alexanderia) Sangat mengesankan bagi saya saat tim yang saya pimpin berkunjung ke beberapa sentra penampungan dan pendidikan pemuda dan pemudi Indonesia dan Malaysia serta beberapa negara Asia tenggara di kota Alexanderia, Mesir pada awal Maret Kemaren. Perjalanan dua setengah jam yang melelahkan kami nikmati setelah bertemu tokoh ulama Al Azhar Syeh Ala …

Read More »

Forgive the Actions of the Evil by the Victims of Terrorism

Forgive the Actions of the Evil by the Victims of Terrorism

The saying of the besema tribe in south sumatera says ” Nak iluk mpung gi tunggal, dendamkah gawe ye iluk saje”_* essentially the meaning of that saying is that; It is very easy to mention *forgive* but it is very difficult to apply it totally in the soul and heart of the person who has been hurt. Especially from those …

Read More »

Memaafkan Perbuatan Munkar oleh Korban Terorisme

Pepatah suku Besemah di Sumatera Selatan mengatakan “nak iluk mpung gi tunggal, dendamkah gawe ye iluk saje“.  Arti bebas pepatah tersebut adalah memaafkan mudah diucapkan, tetapi sulit sekali untuk mengaplikasinya secara total dalam jiwa dan sanubari orang yang pernah dilukai perasaannya.  Dari yang telah kehilangan orang yang sangat dicintainya. Simbol maaf biasanya dengan bersalam-salaman. Dalam budaya sebagian muslim ada juga …

Read More »

Radicalism and Women’s Role in Creating Peace

(Public consultation note on the National Action Plan of Counter Extremism conducted by Wahid Foundation and UN Women) In various works and cultural literature, women are always portrayed as a person who represents gentleness, love and affection. Women in many works of literature are also often characterized by flowers and moon. In the heroic saga and appearance of masculinity is …

Read More »

Radikalisme dan Peran Wanita dalam Menciptakan Perdamaian

(Catatan Konsultasi Publik RAN Penanggulangan Ekstremisme Kerjasama dengan UN Women) Dalam berbagai karya dan literatur budaya, wanita selalu digambarkan sebagai sosok yang merepresentasikan kelembutan, cinta dan kasih sayang.  Wanita dalam banyak karya kesustraan juga sering dikiaskan dengan bunga dan rembulan. Dalam hikayat seringpula dikisahkan bahwa heroik dan tampilan maskulinitas betapa pun kuatnya bisa gugur dan dikalahkan oleh bujuk rayu dan …

Read More »

Remembering Indonesia’s Collaboration Towards Singapore’s Terrorists Handling

(Study case of Mas Selamat Kastari) If we talk about our neighboring state Singapore, then our mind will picture a congested city, bustling with economic activity, racing skyscrapers, selfie on the lion statue that spout waters, eating orchard street’s famous ice cream, or shopping branded things. We rarely assume that the small city-state but rich country actually is a very …

Read More »

Mengenang Kolaborasi Perbantuan Indonesia Terhadap Penanganan Terorisme Singapura

(Studi Kasus Mas Selamat Kastari) Kalau kita bicara tentang negara tetangga kita, singapura, pikiran kita seakan diarahkan tentang  suasana kota yang padat, hiruk pikuk kegiatan ekonomi, gedung-gedung menjulang tinggi, selfie di patung dua ekor singa yang sedang memuntahkan air, makan es balok di Orchad Street, atau belanja barang-barang bermerek. Jarang sekali terpikirkan oleh kita bahwa negara kota yang kecil namun …

Read More »

Wanita Cantik dan Ketertarikan Radikalis Uighur dengan Jaringan Terorisme Indonesia

Dalam pertemuan bilateral, multilateral dan regional saat waktu istirahat, coffee  break, atau makan siang adalah saat yang ditunggu-tunggu.  Setelah penat dan lelah berjam-jam melakukan dialog dan diskusi  alot, biasanya delegasi berbincang ringan tentang berbagai persoalan. Mulai dari persoalan  ekonomi, perkembangan budaya, isu keamanan, bahkan situasi politik negara masing-masing sangat sering dijadikan topik bahasan sambil menyeruput kopi. Biasanya para delegasi akan …

Read More »