Home » Opini (page 10)

Opini

Merah Putih Melambai dalam Aksi Dukung Palestina

Seluruh organisasi Masyarakat (ormas) Islam yang hadir menyuarakan bersatu untuk Palestina menjadi momen penting untuk tetap satu dan kokoh melambaikan merah putih sebagai panji dan simbol kesatuan dalam kebhinnekaan bangsa Indonesia. Bukan panji yang pernah muncul menyuarakan khilafah yang telah dibubarkan oleh pemerintah, walau masih terkadang melambai jika terjadi aksi atau reuni aksi yang mengerahkan tidak sedikit massa di Jakarta …

Read More »

Tangkal Paham Radikal dari Dunia Akademik

Radikalisme menyebar sangat cepat menggerogoti jantung ideologi dan sel otak kebangsaan generasi muda di seluruh lini kehidupan dan segenap level pendidikan. Masyarakat kampus memiliki ciri berpikir yang radikal, kritis, konstruktif, akomodatif, holistik, objektif bukan subjektif, sistematis bukan sembrono dan universal bukan parsial. Bentuk radikal itulah yang harus dimiliki seorang mahasiswa, dosen atau pimpinan dalam sebuah universitas atau institusi. Radikal – …

Read More »

Pentingnya Sinergitas UKP PIP dengan BNPT

Presiden RI Ir. Joko Widodo pada Rabu tanggal 7 Juni 2017 melantik sembilan orang Dewan Pengarah dan seorang sebagai Eksekutif Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Kesembilan Dewan Pengarah yakni Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, Ahmad Syafi’i Maarif, Said Agil Siraj, Maruf Amin, Muhammad Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe dan Wisnu Bawa Tenaya. Adapun seorang Eksekutif yakni Yudi Latif. …

Read More »

Membaca Peta dan Prediksi Labana sa Marawi

Mencermati situasi terakhir di Marawi di mana pemerintah Filipina telah mengumumkan dua tokoh teroris paling dicari di Mindanao telah ditembak mati, penulis mencoba membuka dokumen lama yang pernah terhimpun dalam catatan-catatan kecil.  Dalam secarik kertas sebagai catatan pertemuan bilateral Indonesia dan Filipina yang lalu, ada dua kalimat yang menarik, yaitu “baka pataina Isnilon tatoni hapilon”. Kalimat di atas merupakan teriakan …

Read More »

Jaringan Terorisme di Jazirah Maghribi (Pelajaran dari Tunisia dan Aljazair)

Sebagai negara besar yang paling menderita akibat serangan terorisme, selayaknya Indonesia melirik dan melihat perkembangan terorisme global dari waktu ke waktu. Kita tidak cukup hanya dengan melihat sejarah lahirnya gerakan sparatis, suversif dan teroris di Indonesia. Tidak juga bijak jika kita hanya menyalahkan rezim kepemimpinan yang menerapkan model pendekatan penanganan terorisme  yang kita anggap kurang compatible pada eranya. Semua sejarah …

Read More »

Mengenang Pertemuan dengan Sosok Fenomenal

Pertemuan dengan seseorang walaupun dalam skala kuantitas yang sangat kecil,  misalnya hanya dua kali berjumpa, terkadang memberikan kesan yang cukup mendalam. Apalagi kalau yang dijumpai itu adalah orang yang cukup dikenal. Semisal tokoh yang kharismatik, pejabat negara bahkan penjahat kambuhan yang sangat menakutkan sekalipun akan memberikan kesan yang cukup mendalam. Di era kecanggihan teknologi informasi momen pertemuan baik direncakan atau …

Read More »

Radikalisasi dan Para Pencari Devisa

Jika sekilas melihat judul tulisan ini, ada dua entitas yang berbeda tetapi disatukan. Dalam pribahasa gaul  sekarang disebut Jaka sembung bawa golok. Betapa tidak, yang satu berisikan kegiatan yang mengandung proses perubahan mental dan attitude dari semula biasa normal, menjadi tidak biasa dan tidak normal serta penuh dengan ide-ide dan nuansa kekerasan. Yang semula lembut  menjadi mengeras, mengkristal dan akhirnya …

Read More »

Kesadaran yang Tidak Pernah Terlambat

Dalam bahasa kampungku ada pepatah yang mengatakan “begatilah idupkaba ndik kaba nga jeme  banyak, mpung gipacak“. Pepatah ini lebih pada nasehat untuk tidak menyia-nyiakan hidup ini. Pepatah itu kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bebas, artinya sebagai berikut; “gunakanlah hidupmu untuk dirimu dan orang banyak selagi kamu masih bisa”. Sangat sederhana, tidak puitis, apalagi provokatif, tetapi sangat tepat ditujukan pada orang-orang …

Read More »

Memahami Myanmar sebagai Sebuah Negara yang Rentan Radikalisme

Ibu Kota Tersepi di Dunia Kalau kita berjalan di tengah ibu kota suatu negara, maka yang ada di benak kita adalah suasana  hiruk-pikuk dan padatnya manusia yang  hilir mudik dan lalu lalang di pusat-pusat pertokoan.  Bahkan sering kali di pusat-pusat sentra keramaian, kita harus beradu bahu, saling bersenggolan,,dan antri untuk melewati kerumunan orang. Tidak jarang berjalan harus memiringkan badan. Tentu …

Read More »

Catatan 72 Tahun Indonesia Merdeka “Dari Hukum Kolonial Ke Hukum Nasional”

Pada lapangan hukum Perdata dan Pidana, hingga saat ini masih juga memperlakukan Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Perdata yang dibangun pada abad ke 17 di Eropa. Sendi sendi kehidupan hukum kolonial, masih sangat mewarnai masyarakat Indonesia yang sudah merdeka 72 tahun. Maka budaya berhukum pun masih sangat terasa kolonial. Bukan saja asas-asas fundamentalnya masih berlaku, kebanyakan para ahli hukum juga …

Read More »