Home » Opini (page 2)

Opini

Theory U dalam Demo Chaos Paris: Mungkinkah Ditunggangi Radikalisme dan Terorisme (Oto-Kritik Teori Otto Scharmer)

Theory U dalam Bingkai Inovasi untuk Indonesia Lebih Baik “Theory U – has a holistic approach that can be traced back to Buddhism, Taoism and Sufism. It is important to go beyond the personality and to start looking for the ‘true self’. Theory U enables people throughout organizations to let go off the prevailing approach that is based on the …

Read More »

Boko Haram: antara Jihad Terorisme, Gerombolan dan Kebiadaban

Mengapa Mengharamkan Barat? Dalam sesi diskusi santai, menyaksikan ambasador memainkan jari lentik beliau di atas toots piano mengalunkan lagu beat classic, sambil makan malam bersama menikmati gado-gado Indonesia versi Nigeria, Duta Besar RI untuk Nigeria, Bapak Herry Purwanto, bercerita banyak  pada  Penulis tentang banyak hal menyangkut keamanan Nigeria. Mulai dari kudeta militer, pengembala Fulani, sampai pemilu presiden diulas tuntas dengan …

Read More »

Suku Fulani : Fenomena Penggembala Sapi dengan Senjata Api

Siapakah Suku Fulani? Mungkin kita belum pernah melihat segerombolan ratusan sapi dan kambing berjalan di tengah padang rumput, yang hanya dikawal oleh 2 orang penggembala, namun di belakang punggungnya tersandang 2 pucuk senjata Ak-47 dengan magazen terpasang penuh. Terlihat sangat aneh, namun itulah pemandangan yang saya lihat ketika baru mendarat di Bandara Abuja saat perjalanan menuju Wisma KBRI. Pertanyaan yang …

Read More »

Menanti Perdamaian di Filipina

Serangan Sebagai sinyal: “Kami Masih Ada” Tentu masih ingat betapa pasukan elit Filipina pada Jumat, 15 November 2015, yang lalu harus mengalami kekalahan, duka dan belasungkawa akibat terbunuhnya lima prajurit pilihan negara itu;  Kopral Renhart Macad, pemuda kelahiran Tabuk provinsi Kalinga, Kopral Bryan Apalin dari kota Abra Capital Bangued, Kopral Jhin Raphy Francisco yang berasal dari Isabella kota Illegan City, …

Read More »

Menelisik ISIS Marawi; Sudah Tuntaskah Terorisme di Asean?

Nina bobok Berita yang tidak digemakan Sungguh kontradiksi dengan apa yang kita dengar di forum-forum global dan regional termasuk blowing up Media bahwa terorisme di Marawi Filipina telah tuntas, tutup buku, dan sudah tidak menjadi ancaman lagi. Sehingga kita Indonesia – yang sejatinya memang sudah relatif aman -kemudian  ikut-ikutan latah mengatakan bahwa urusan Marawi sudah selesai. Masyarakat dunia lupa bahwa …

Read More »

Peran Indonesia di Kancah Regional dalam Membantu Myanmar

Sikap Politik Terbuka dan Bebas Aktif Sebagai bangsa serumpun di Asia, tentu Indonesia menaruh simpati dan empati yang begitu besar terhadap penderitaan bangsa Burma, sebutan umum untuk orang Myanmar. Khusus untuk krisis Rohingya, Indonesia melalui Ibu Menlu Retno Marsudi telah mengambil sikap. Rasa takut, cemas, dan hilangnya kreatifitas warga Rohingya turut dirasakan oleh Indonesia termasuk Ibu Menlu RI. Dari berbagai …

Read More »

Penegakan Hukum Garda Depan dalam Mengurai Terorisme yang Mendompleng Konflik Sosial

Penegakan Hukum Garda Depan dalam Mengurai Terorisme yang Mendompleng Konflik Sosial

Dua Sisi Mata Uang Kalau kita melempar uang logam pecahan seribu rupiah dan diminta untuk menebak gambar mana yang akan muncul, maka sebetulnya kita hanya dihadapkan pada dua pilihan saja, yaitu ; gambar permukaan atas atau permukaan bawah. Hanya orang gila saja mungkin yang akan mengatakan akan adanya gerigi samping mata uang. Tapi pertanyaannya, apa mungkin akan tampil gerigi samping?  …

Read More »

UFC dan Emosi atas Tudingan Teroris

(Studi Kasus Khabib dan McGregor) Akumulasi dan Kompilasi Kebanggaan, Harga diri dan Hinaan Tentu masih segar dalam ingatan para penggemar olahraga tanding perkelahian bebas Ultimate Fighting Championship (UFC) tanggal 6 oktober 2018 yang lalu di layar kaca yang dilaksanakan di Las Vegas Amerika Serikat.  Tontonan yang tentu  saja menjadi paling fenomenal sepanjang perjalanan UFC. Justru karena Khabib sang juara yang …

Read More »

Pembelokan Makna Agama Menyebabkan Terorisme

Kedangkalan Agama, Mempersempit Makna Kehidupan  Dalam sebuah dialog santai selama hampir satu jam dengan seorang narapidana kasus terorisme di penghujung tahun 2012, ternyata telah membuat penulis berpikir bahwa radikalisme agama  pro  Kekerasan itu sejatinya memang telah terjadi dengan masif tanpa masyarakat menyadari. Rangkaian proses rekrutmen ternyata terjadi dengan sangat mudah dan memang sudah banyak melahirkan radikalis baru. Radikalisasi telah menyasar …

Read More »

Bekal Berselancar Terbebas dari Terorisme

Masih segar dalam ingatan masyarakat ketika seorang wanita ditangkap saat akan meledakkan bom dalam kemasan panci di depan Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dialah Dian Yulia Novi, seorang mantan Tenaga Kerja Wanita, yang dipilih menjadi ‘martil’ dalam rencana aksi bom bunuh diri. Usianya masih muda, menjadi radikal dan nekat memilih jalan sesat akibat teradikalisasi melalui media sosial. Kisah serupa …

Read More »