Berbicara tentang sejarah perkembangan terorisme di Indonesia sejak era pasca kemerdekaan sampai hari ini adalah berbicara tentang keinginan sekelompok orang untuk merubah ideologi negara Pancasila menjadi negara berdasarkan agama. Dulu sebelum Undang-undang Nomor 15 tahun 2003 dan PP Nomor 1 tahun 2002, khususnya dalam perundang-undangan yang lain seperti UUN Nomor 11 PNPS 1963, pengertian terorisme termasuk masuk dalam pengertian gerakan …
Read More »Opini
Sebuah Elegi Dalam Penjara: Saat Bayi Harus Tumbuh Di Balik Jeruji Besi
Hati saya benar-benar terenyuh kali ini, seorang bayi baru saja dilahirkan di sebuah lembaga pemasyarakatan. Ia adalah anak yang nantinya akan ikut merasakan sepinya kehidupan di balik jeruji besi, bersama orang tuanya yang menjadi narapidana. Hal ini benar-benar membuat mengoyak hati dan pikiran saya. Niat awal saya datang ke lembaga pemasyarakatan ini adalah untuk berbincang dan berdialog bersama para narapidana …
Read More »Terorisme dan Premanisme
Apa hubungan antara terorisme dan premanisme? Sebelum penulis mengurai korelasi tersebut, rasanya penting untuk menceritakan sedikit narasi sebagai background untuk memberikan postulasi hubungan terorisme dan premanisme. Asumsi dasar yang ingin saya kemukakan bahwa sebenarnya terorisme tidak selalu terkait dengan agama. Atau seseorang menjadi teroris ada kalanya karena faktor non-ideologis seperti dendam dan kebencian. Dengan beberapa bukti faktual yang harus dikemukan …
Read More »Parenting Control versus Radikalisasi Online
Kemajuan teknologi komunikasi merupakan bagian yang tek terelakkan dari revolusi digital. Tentu masih ingat bahwa tahun 1980an masyarakat masih menggunakan telepon ontel di rumah dan di kantor. Untuk berkomunikasi interlokal kita harus menghubungi operator untuk minta sambungkan ke nomor dan kode wilayah tujuan. Di kantor telkom pun kita lihat operator telpon mencabut dan memasukan soket pada nomor kode kota yang …
Read More »Baka Patay Na Isnillon Tatoni Hapilon
Amarah Presiden Duterte meledak dalam pidatonya di istana Malacanang pada Senin, 3 Maret 2017 lalu. Ia tidak lagi sanggup menahan kegeramannya mendengar 32 prajurit militer dari batalyon infantri ke 41 –yang konon merupakan pasukan pilihan— babak belur terluka parah dalam sebuah kontak tembak dengan 80 personil Abu Sayaf di Talipao Sulu, Filipina Selatan. Kontak tembak itu sendiri dikabarkan telah berhasil …
Read More »Fenomena Gagap Teknologi dan Radikalisasi Anak
Tidak bisa dipungkiri kita memang mengalami kesenjangan antar generasi. Laju perubahan zaman dan perkembangan teknologi memunculkan fenomena anak dan ibu yang berbeda generasi. Bagi kita yang lahir pada tahun 60an atau tahun 70an sudah akrab dengan permainan layang-layang, gasing, paku lele, mobil-mobilan dari jeruk Bali, egrang, dan permainan meniup suling di atas punggung kerbau. Semuanya merupakan permainan yang biasa dan …
Read More »Relasi Radikalisasi dan Akademisi; Belajar dari Prof. Dr. Hasan Ko Nakata dan ISIS
Pada saat menghadiri dan ditunjuk menjadi pembicara pada kegiatan seminar Counter terrorism conference 2017 yang diadakan oleh India Foundation di Delhi pertengahan Maret 2017 lalu, penulis dikejutkan dengan suatu pertanyaan oleh seorang expert dari Jepang yang hadir pada kegiatan tersebut. Ia seolah menguji tanggapan penulis terkait jati diri Prof Dr Hasan ko Nakata dan keterlibatannya dengan ISIS. Pertanyaan itu sebetulnya …
Read More »Mental Tipis Pimpinan ISIS
Betapapun garang dan sangarnya seseorang, bahkan hingga berani berkoar tidak takut akan kematian, di sudut hatinya yang terdalam tentulah ada perasaan ingin aman. Terutama jika dirinya secara fisik pernah mengalami tidak enaknya cedera, merasakan sakitnya saat harus dijahit karena luka sobek dengan minim anestesi dalam situasi terjepit dan jiwa terancam. Rasa sakit ini pun masih akan terus berlanjut karena proses …
Read More »Halau Paham Radikal-Terorisme Dengan Falsafah Bugis
Grant Wardlaw dalam bukunya “Political Terrorism” (1982) menjelaskan bahwa manifestasi Terorisme sistematis muncul sebelum Revolusi Perancis, tetapi baru mencolok sejak paruh kedua abad ke-19. Kata Terorisme berasal dari Bahasa Perancis le terreur yang semula dipergunakan untuk menyebut tindakan pemerintah hasil Revolusi Perancis yang mempergunakan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah. Selanjutnya kata …
Read More »Virus Terorisme; Dari Anak Balita Sampai Ke Asisten Rumah Tangga
Judul seperti di atas tentu akan membuat orang semakin skeptis terhadap kemampuan negara dalam menekan radikalisme dan terorisme di tanah air. Penangkapan teroris yang tidak terputus dan masif dilakukan oleh densus 88 dan Polri bukannya membuat masyarakat menjadi nyaman, namun sebaliknya, hal ini justru menambah ketakutan pada sebagian masyarakat. Ditambah dengan pemberitaan di televisi dan media lain secara berulang-ulang, yang …
Read More »
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!