Ratusan Mubaligh di Surabaya Rapatkan Barisan, Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda

Jakarta – Prihatin dengan banyaknya masyarakat, khususnya anak muda yang terlibat gerakan radikal yang menjurus aksi teroris, para mubaligh atau pendakwah merapatkan barisan.

Mereka melakukan koordinasi dan konsolidasi guna mencegah masyarakat khususnya kalangan genarasi muda dari paham radikal. Mereka akan bergerilya baik secara online maupun offline, untuk meluruskan narasi-narasi negatif yang mengajak anak muda untuk berbuat radikal.

Ratusan mubaligh atau pendakwah merapatkan barisan untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi pasca dikukuhkan sebagai pengurus daerah badan koordinasi mubaligh indonesia (bakomubin), jawa timur yang digelar di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya, Minggu, (20/08/2023) siang.

Para Mubaligh atau Pendakwah ini merasa prihatin dengan banyaknya masyarakat khususnya anak muda yang terpapar paham Radikalisme, dan terlibat gerakan terorisme di Indonesia, seperti diantaranya seorang pegawai PT KAI di Bekasi Jawa Barat, yang baru saja ditangkap tim Densus 88, karena diduga terlibat jaringan teroris.

“Kita sampaikan, karena itu, para Mubaligh atau Pendakwah ini akan terus melakukan gerilya di Masyarakat dengan memberikan pencerahan langsung melalui Majelis atau kajian-kajian di Sekolah,Kampus,dan kampung-kampug. tak hanya langsung terjun ke Masyarakat, mereka juga bergerilya secara online dengan meluruskan narasi-narasi negatif atau berita bohong (hoax),” ungkap M Saiful Anam, M.Pd.I, Ketua DPD Bakomobin Surabaya.

Saiful menambahkan, tak hanya memberikan pencerahan kepada Masyarakat atau anak muda terkait pemahaman radikalisme, namun di tahun politik ini, para Mubaligh juga tidak ingin Masyarakat terbelah hanya karena perbedaan pilihan politik maupun pilihan Capres Cawapres dalam Pilppres 2024 mendatang.

“Karena itu, mereka juga akan memberikan materi dakwah yang sejuk dan santun, serta tidak memasukkan materi pilihan politik di setiap dakwahnya.” imbuhnya.