AppleMark

Isu Radikalisme Jadi Perhatian KTT ke-26 ASEAN

JAKARTA – Isu radikalisme turut diangkat dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-26 ASEAN di Kuala Lumpur dan Langkawi 26-27 April 2015. Meski tidak secara langsung dihasilkan upaya penanggulangannya, namun salah satu dokumen hasil dari KTT ke-26 ASEAN tersebut diharapkan dapat meminimalisasi radikalisme di wilayah Asia Tenggara.

Declaration on the Global Movement on Moderates yang merupakan salah satu dari tiga dokumen hasil KTT ke-26 ASEAN diharapkan dapat membangun sebuah budaya toleransi dan saling menghormati perbedaan. Budaya tersebut merupakan lawan dari paham radikalisme yang berkembang di dunia.

Meski dokumen tersebut telah dideklarasikan, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negari RI, I Gusti Wesaka Puja menegaskan bahwa negara-negara ASEAN tetap harus waspada akan gerakan-gerakan Radikalisme ekstremisme yang mengancam stabilitas kawasan ASEAN.

“Bukan hanya bagaimana mengatasi gerakan-gerakan ekstremisme dan terorisme, tapi juga bagaimana supaya kita bersama dengan negara-negara ASEAN mencari akar permasalahan. Mengapa orang-orang begitu mudah dipengaruhi, mengapa orang-orang begitu mudah menjadi relawan-relawan di Timur Tengah. Itu bentuk kerjasama yang kita harapkan ke depan yang kita upayakan,” jelas Puja saat berbincang dengan wartawan di Kementrian Luar Negeri RI, Kamis (30/4/2015).

Puja tidak menampik isu radikalisme dan terorisme ini terkait dengan kelompok militan ISIS yang saat ini menjadi ancaman di seluruh dunia. ISIS menjadi keprihatinan para kepala negara yang mencari cara melindungi warganya dari pengaruh-pengaruh gerakan tersebut.

Isu mengenai ISIS dan ekstremisme juga kemungkinan akan menjadi bahasan ASEAN Defense Minister Meeting (ADMM), karena terkait dengan keamanan negara ASEAN.

“ADMM biasanya membahas isu tersebut. Karena, ini berkaitan dengan masalah keamanan. Radikalisme dan ekstremisme berkaitan dengan keamanan dan mau tidak mau menjadi bagian dari ADMM,” tutupnya.

(hmr)
sumber : okezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *