Beranda / Berita / Kegiatan / Bersama Generasi Muda / BNPT Jadi Saksi Ribuan Santri Tolak Radikalisme

BNPT Jadi Saksi Ribuan Santri Tolak Radikalisme

Damailahindonesiaku.com, Jawa Tengah — Puluhan elemen ormas Islam dari 6 kabupaten di Jawa Tengah berkumpul menyatakan tolak radikalisme. Mereka sepakat soal kebiadaban aksi radikal terorisme yang meruntuhkan sendi-sendi kehidupan sosial, berbangsa, dan bernegara. Apalagi ide dan aksi kekerasan beragama yang kerap dipropagandakan tidak memiliki dasar teologis sama sekali. Itu artinya, radikalis terorisme melenceng dari ajaran semua agama, termasuk Islam.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh ribuan santri dan ratusan alim ulama beserta puluhan ormas Islam Jawa Tengah. Acara dilangsungkan di Pondok Pesantren Raudhatut Tholibin, Kemranjen, Banyumas. Rangkaian acara yang dikemas dalam bentuk halaqah, workshop, dan pengajian akbar ini dibuka mulai hari ini dan akan berlangsung selama 4 hari, sejak Kamis hari ini (28/5/2015) sampai hari Minggu (31/5/2015).

Kehadiran BNPT di acara tersebut dielu-elukan peserta diskusi dan halaqah akbar tersebut. Hal itu lantaran BNPT kini menjadi salah satu unsur yang dapat diandalkan untuk menangkal gerakan radikal terorisme ini. Namun demikian, peran serta masyarakat sabagaimana acara hari ini jauh lebih penting. Karena masyarakat adalah kunci utama keberhasilan melawan gerakan radikal terorisme ini.

Atas kesadaran demikianlah, BNPT selaku pihak yang diberi kewenangan melakukan pencegahan aksi radikal terorisme akan terus berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan serta mencegah hal buruk tersebut di tengah lingkungannya. Para alim ulama dan tokoh yang hadir pun sepakat dengan cara-cara arif yang telah dilakukan BNPT. Mereka meminta BNPT beserta seluruh aparat negara istiqomah menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.

Acara yang dikemas di Banyumas sangat menarik karena memiliki nuansa yang sangat berbeda dengan acara-acara lainnya. Sejak awal kehadiran, tim BNPT disambut oleh lantunan salawat dan kasidah. Dalam tradisi pesantren penyambutan cara ini biasa dilakukan untuk menyambut tamu agung yang ditunggu kehadirannya.

Kegiatan seperti di Banyumas kali ini dan di berbagai daerah yang akan datang adalah bukti komunikasi yang sangat baik antara BNPT dengan masyarakat. Tak mungkin kemeriahan sambutan yang diberikan akan ada jika tamu yang datang bukanlah pihak yang selama ini membangun kerjasama dan komunikasi yang baik. Inilah awal baik bagi kehidupan berbangsa kita! Semoga!

Tentang Ahmad Dicky Sofyan

Aktifis nahdliyin, penulis isu-isu keislaman-sosial-sejarah, dan jurnalis. Di sela-sela kesibukannya hampir setiap Minggu alumni jurusan Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah ini mengisi sejumlah kegiatan keagamaan dan pengajian kampung dan perumahan di seputaran Depok dan Bogor. Baginya menulis adalah cara merawat otak dan watak.

Baca Juga

Tangkal Paham Radikal Terorisme melalui Film, Pelajar SMA di Bali kembali Ikuti Lomba Video Pendek

Denpasar – Paham radikal dan terorisme masih terus berkembang di negara kita dan menjadi momok …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *