Halalbihalal Momen Penting Refleksikan Prinsip-Prinsip Pancasila

Solo – Halalbihalal menjadi momen penting merefleksikan
prinsip-prinsip Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Idul Fitri dan
halalbihalal tidak sekadar merayakan kemenangan pribadi, tetapi juga
menjadi wadah untuk mengekspresikan rasa syukur, pembelajaran, dan
perenungan bagi umat.

“Artinya Idul Fitri dan halalbihalal tidak hanya memperkuat hubungan
pribadi dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat jati diri sebagai
warga negara Indonesia yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip
Pancasila,” kata Anggota DPR RI Dapil V Jateng Dr. Abdul Kharis Al
Masyhari saat menggelar sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan
bernegara di sebuah gedung pertemuan di Solo Raya, Sabtu (4/5/2024).

Suasana sosialisasi 4 pilar berbangsa dan bernegara kali terasa lain
dari sosialisasi-sosialisasi sebelumnya. Hal ini karena dilaksanakan
masih dalam suasana Idul Fitri, sehingga para peserta tampak sangat
antusias dan tersenyum lebar ketika bertemu dan berjabat tangan dengan
peserta yang lain.

Perayaan ini bukan hanya tentang melaksanakan ibadah, tetapi juga
tentang bagaimana menerjemahkan nilai-nilai keagamaan ke dalam
tindakan nyata. Tujuannya untuk memperkuat persatuan, keadilan, dan
kesetaraan dalam masyarakat.

“Termasuk menjaga dan menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai
landasan moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Kharis menambahkan, bahwa momen halalbihalal mengajarkan tentang
pentingnya tolong menolong, berempati, dan penghargaan terhadap
keberagaman sebagai bagian integral dari kehidupan berbangsa dan
bernegara.

Dengan menghayati dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, masyarakat
mampu memperkuat hubungan harmonis antarwarga. Ini merupakan kunci
utama dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.

“Maka mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,
masyarakat dapat menciptakan lingkungan inklusif yang memelihara
kerukunan antarwarga”, lanjut Kharis.

Kharis mengimbau agar menjadikan Idul Fitri dan halalbihalal sebagai
momen refleksi spiritual dan sosial. Dilakukan untuk memperkuat
panggilan bagi setiap individu agar bisa berperan aktif dalam
memperkuat persatuan dan keadilan dalam masyarakat.

“Ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan diri sendiri akan
pentingnya saling menghormati, memaafkan, dan berbagi dengan sesama,”
pungkasnya.