Waspada Infiltrasi Radikalisme via Game Online, Kesbangpol Kepri Bentengi Gen Z dengan Pancasila

Tanjungpinang – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan pentingnya langkah preventif untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif digitalisasi. 

Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Kepri, Aludin Andi, mengungkapkan bahwa fenomena penyusupan paham radikalisme dan intoleransi melalui media sosial hingga game online kini menjadi ancaman nyata bagi pelajar. Berdasarkan data, mayoritas dari 80 persen pengguna internet di Indonesia adalah generasi muda dari kalangan Gen Z dan Gen Y. Tingginya aktivitas digital ini membuat mereka menjadi kelompok yang paling rentan terpapar konten berbahaya. 

“Gen Z dan Y itu kan masih usia SMA/SMK, itu fokus kita masuk untuk membentengi mereka dari pengaruh paham-paham terlarang,” ujar Aludin Andi di Tanjungpinang, yang dilansir dari RRI, Kamis (29/01/2026).

Aludin menjelaskan, upaya pembentengan ini dilakukan dengan strategi “jemput bola” melalui program sosialisasi ke sekolah-sekolah. Tujuannya adalah menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai filter alami bagi siswa ditengah massifnya informasi.

Meskipun indikasi radikalisme di wilayah Kepri masih tergolong relatif rendah, Aludin menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur. Ia mencontohkan kasus nasional yang melibatkan pelajar dalam tindakan ekstrem akibat paparan digital, seperti kasus perundungan (bullying) berlebihan hingga keterlibatan dalam jaringan teror.

“Penting bagi semua pihak untuk terus berupaya melindungi generasi muda dari pengaruh buruk tersebut demi masa depan anak bangsa,” tegasnya.

Kesbangpol Kepri berharap, dengan penguatan literasi digital dan wawasan kebangsaan, para pelajar di Kepulauan Riau tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan mental agar tidak mudah terjerumus ke dalam paham yang merusak persatuan bangsa.