Wamenag Sebut Peringatan Isra Miraj Jadi Inspirasi Jaga Kerukunan Umat Beragama

Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki
mengatakan Isra Miraj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi menjadi
sumber inspirasi untuk menjaga kerukunan umat beragama.

“Isra Miraj bukan peristiwa sejarah semata, melainkan sumber inspirasi
yang memuat pesan mendalam untuk menjaga kerukunan umat beragama,”
ujar Wamenag Saiful Rahmat Dasuki di Jakarta, Senin (20/2/2024).

Pernyataan Wamenag tersebut disampaikan dalam peringatan Isra Miraj
tingkat nasional di Balai Sarbini, Jakarta, Senin malam. Tahun ini
peringatan mengambil tema “Nilai-nilai Isra Miraj sebagai Fondasi
Membangun Indonesia Kuat Bersama Umat”.

Wamenag menyebut pesan moral yang terkandung dalam peristiwa Isra
Miraj menekankan pentingnya ketaatan, loyalitas, dan ketakwaan,
sebagai pilar penting dalam membangun bangsa dan memperkokoh persatuan
dalam keberagaman.

“Untuk itu gelaran ini mesti menjadi spirit untuk menjaga kerukunan,
keutuhan, dan kebinekaan,” kata Wamenag.

Ia juga menyoroti pentingnya shalat sebagai sarana untuk mengasah
kepekaan nurani yang memiliki dampak terhadap kehidupan berbangsa dan
bernegara.

Sementara itu Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan
peringatan Isra Miraj ini menjadi momen untuk mempererat tali ukhuwah
dalam membangun sikap saling menghargai dan memperkuat persatuan.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar mengulas
peringatan Isra Miraj 1445 Hijriah/2024 Masehi sebagai pesan mendalam
bagi bangsa Indonesia.
Menurutnya, peristiwa Isra Miraj yang dialami Nabi Muhammad Shalallahu
Alaihi Wasallam (SAW) sebelum hijrah ke Madinah, memiliki kontribusi
besar dalam perjalanan spiritual dan tantangan sosial yang dihadapi
umat Islam pada masa itu.

Di tengah tekanan dari kaum Quraisy di Makkah, Nabi Muhammad
menghadapi berbagai tantangan yang menguji iman dan keteguhan hatinya.

Namun peristiwa Isra Miraj menjadi titik balik penting yang memberi
kekuatan dan inspirasi bagi umat Islam dalam menghadapi cobaan serta
memperkokoh fondasi keimanan.

“Peristiwa ini mengajarkan pentingnya ketakwaan, kesatuan, dan
toleransi antar-umat beragama sebagai fondasi untuk membangun
Indonesia yang inklusif dan harmonis. Isra Miraj juga mengingatkan
pentingnya pendidikan, pengetahuan, dan akhlak dalam membentuk
peradaban yang berkualitas,” kata Anwar Iskandar.

Peringatan kali ini dihadiri ribuan tamu undangan dari berbagai
kalangan, termasuk perwakilan ormas, majelis taklim, duta besar,
kementerian dan lembaga, serta para pejabat lingkup Kemenag.