Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya langsung tancap gas memperkuat program Kampung Pancasila sebagai gerakan sosial utama pasca-Lebaran 2026. Program ini diarahkan untuk menjaga semangat kebersamaan yang terbangun selama Ramadan agar berlanjut di bulan Syawal.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa Kampung Pancasila akan menjadi prioritas dengan pendekatan yang lebih masif dan menyentuh langsung masyarakat di tingkat akar rumput.
“Program ini meneruskan semangat Ramadan dan memperkuat silaturahmi di bulan Syawal,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Pemkot Surabaya berencana turun langsung ke lapangan untuk memastikan nilai-nilai seperti saling memaafkan, saling menguatkan, dan kepedulian sosial benar-benar diterapkan di lingkungan warga, mulai dari tingkat RW hingga kampung.
Menurut Eri, pendekatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi mendorong interaksi nyata antarwarga agar hubungan sosial semakin kuat.
Sebagai tahap awal, dua wilayah yakni Kecamatan Genteng dan Wonokromo ditetapkan sebagai percontohan. Model ini akan menjadi acuan sebelum program diperluas ke seluruh wilayah Kota Surabaya.
“Dua wilayah ini menjadi contoh agar implementasi di tempat lain bisa berjalan lebih cepat dan terarah,” jelasnya.
Pemkot menargetkan dalam waktu satu hingga dua minggu, seluruh RW di Surabaya sudah mulai menjalankan konsep Kampung Pancasila. Target ambisius ini diharapkan mampu mempercepat penguatan ketahanan sosial masyarakat secara merata.
Jika berjalan sesuai rencana, program tersebut akan diimplementasikan secara menyeluruh pada awal April 2026.
Melalui percepatan ini, Pemkot Surabaya optimistis Kampung Pancasila dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga harmoni sosial, sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat perkotaan.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!