Jakarta – Universitas Negeri Jakarta terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui seminar bertema Ayat-ayat Inklusif dalam Membangun Masyarakat yang Moderat yang digelar di SMAN 37 Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) itu diinisiasi oleh dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UNJ dengan menyasar para guru sebagai peserta utama.
Pemilihan guru sebagai target seminar bukan tanpa alasan. Mereka dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter dan pola pikir siswa di sekolah.
Kepala SMAN 37 Jakarta, Lilik Setyoharyanti, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan nilai toleransi dan moderasi di lingkungan sekolah menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya intoleransi di kalangan pelajar.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan mampu menghargai keberagaman. Ini penting untuk membangun generasi yang terbuka dan tidak mudah terpapar paham radikal,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, dosen UNJ, Sadullah, menekankan pentingnya memahami ayat-ayat inklusif dalam Islam sebagai fondasi membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Islam sejatinya menjunjung nilai perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Ayat-ayat damai mengajarkan kebebasan berkeyakinan dan toleransi dalam keberagaman,” kata Sadullah.
Ia menilai lembaga pendidikan harus menjadi benteng utama dalam menanamkan pemahaman keagamaan yang moderat, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi intoleransi.
Menurutnya, guru memegang peranan penting dalam membimbing siswa agar memiliki daya kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang mengarah pada kebencian maupun eksklusivisme.
Pemilihan siswa SMA sebagai sasaran program juga dinilai relevan karena kelompok usia tersebut sedang berada dalam fase pembentukan karakter dan identitas sosial.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, UNJ berharap sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, moderasi, dan inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!