Universitas Pancasila Perkuat Budaya Toleransi Lewat Implementasi Nilai Kebangsaan

Depok – Pengamalan nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya melalui hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Keteladanan dan budaya toleransi menjadi cara paling efektif untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Universitas Pancasila (UP) Adnan Hamid di sela kegiatan Workshop Bina Talenta yang digelar Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila bekerja sama dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa Universitas Pancasila berupaya menghadirkan implementasi nyata nilai keberagaman melalui keberadaan enam rumah ibadah yang digunakan oleh sivitas akademika dari berbagai agama. Fasilitas tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi simbol toleransi, tetapi juga aktif dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan.

“Salah satu wujud implementasi nilai Pancasila adalah menjaga keberagaman dalam kehidupan kampus. Rumah ibadah yang tersedia bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kehidupan beragama sekaligus membangun sikap saling menghormati,” ujarnya.

Adnan menambahkan bahwa berbagai kegiatan lintas agama yang rutin dilaksanakan di lingkungan kampus menunjukkan komitmen Universitas Pancasila dalam merawat harmoni di tengah keberagaman.

Ia mencontohkan peringatan Hari Raya Waisak yang dihadiri tokoh agama Buddha dan perwakilan umat Islam sebagai bentuk nyata kebersamaan serta penghormatan terhadap perbedaan.

Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan kampus melalui keteladanan para dosen dan pimpinan, sehingga mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengenal Pancasila secara teoritis, tetapi juga merasakan dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut melalui interaksi sehari-hari di lingkungan kampus,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, Devi Roza K. Kausar, menjelaskan bahwa Workshop Bina Talenta diikuti peserta dari 20 SMA dan SMK di wilayah Jabodetabek dengan tujuan menanamkan pemahaman Pancasila kepada Generasi Z melalui pendekatan yang lebih kreatif dan relevan.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila akan berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter, semangat kebangsaan, dan kemampuan hidup di tengah masyarakat yang majemuk.

Untuk mendekatkan nilai tersebut kepada peserta, kegiatan dikemas secara interaktif melalui diskusi bersama narasumber dan kompetisi pembuatan video kreatif bertema toleransi lintas iman serta implementasi nilai-nilai Pancasila.

Melalui pendekatan tersebut, Universitas Pancasila berharap semangat toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman dapat semakin mengakar di kalangan generasi muda sehingga menjadi bekal dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan memperkuat persatuan bangsa.