Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan anti-radikalisme melalui Webinar Kuliah Umum bertema “Pendidikan Anti Radikalisme” yang digelar secara daring, Jumat (2/1). Kegiatan ini diinisiasi Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS dan diikuti ratusan mahasiswa lintas fakultas.
Webinar menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag., sebagai narasumber eksternal, serta Dr. Imron, S.E., M.Si. Keduanya menekankan pentingnya penguatan nilai toleransi, kebhinekaan, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyikapi derasnya arus informasi di era digital.
Kasubdit Minat Bakat dan Organisasi Mahasiswa DKPTI UMS, Drs. Suyatmin Waskito Adi, M.Si., menyampaikan bahwa animo peserta sangat tinggi. Dari target 500 peserta, tercatat sebanyak 497 mahasiswa dari 12 fakultas mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Suyatmin, penyelenggaraan webinar dilandasi kesadaran bahwa pendidikan anti-radikalisme memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim kampus yang damai, inklusif, dan kondusif. Pendidikan ini tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki sikap toleran, kemampuan literasi digital yang baik, serta daya kritis untuk menangkal paham radikal dan narasi ekstrem,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., menilai isu anti-radikalisme sangat relevan bagi perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menumbuhkan pemikiran yang moderat, terbuka, dan mencerahkan.
“Radikalisme kerap berawal dari pemahaman yang sempit terhadap perbedaan. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar mampu memilah dan memverifikasi informasi, terutama di tengah maraknya hoaks dan narasi provokatif,” kata Ihwan.
Ia juga mengapresiasi DKPTI UMS atas terselenggaranya webinar dengan partisipasi mahasiswa yang tinggi, yang dinilainya mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu kebangsaan dan perdamaian.
Webinar secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UMS dengan harapan kegiatan ini dapat memperkuat karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan yang rahmatan lil ‘alamin, serta mendorong kontribusi nyata bagi persatuan bangsa.
Selain materi ilmiah, peserta juga memperoleh e-sertifikat pendukung mata kuliah life skill, kesempatan memperluas jejaring, serta doorprize sebagai bentuk apresiasi panitia. Diskusi berlangsung interaktif dengan dimoderatori oleh Dr. Saifuddin Zuhdi dari internal UMS.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!