Umat Buddha di Biak Diajak Aktif Cegah Intoleransi

Biak – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua mengajak umat Buddha
setempat untuk terlibat aktif mencegah munculnya aksi intoleransi.
Pasalnyena intoleransi dapat memecah belah keharmonisan di lingkungan
warga.

“Biak Numfor daerah yang paling aman dan masyarakat hidup berdampingan
dalam menghargai toleransi beragama harus kita jaga bersama,” ujar
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Biak Numfor ZL Mailoa pada
peringatan Hari Waisak Suci dan Hari Perempuan Internasional di Biak,
Minggu (12/5/2024).

Ia berharap melalui perayaan hari Waisak diharapkan umat Buddha Biak
senantiasa menebar semangat kehidupan toleransi antarumat beragama.

Diakui Mailoa, Pemkab Biak Numfor sangat terbantu dengan kegiatan
sosial dan layanan kesehatan dilakukan umat Buddha lewat perwakilan
Buddha Tzu Chi penghubung Biak kepada masyarakat kampung.

“Umat Buddha Biak memberikan kontribusi dalam membantu pemerintah
daerah dengan kegiatan bakti sosial dan layanan kesehatan untuk
masyarakat di pelosok kampung Kabupaten Biak Numfor,” kata Mailoa
mewakili Penjabat Bupati Sofia Bonsapia.

Dia berharap ajaran kepercayaan agama Buddha yang menjadi landasan
iman bagi Umat Buddha Biak dapat diamalkan dalam kehidupan keseharian
di lingkungan keluarga.

Jajaran Pemkab Biak Numfor, lanjut Mailoa, mengucapkan selamat
merayakan Waisak dan hari perempuan Internasional.

Sementara itu, Ketua penghubung Kantor Buddha Tzu Chi Biak Susanto
Pirono menegaskan menjaga toleransi kehidupan beragama terus dilakukan
umat Buddha Biak dengan saling menghormati adanya perbedaan keyakinan,
budaya, ras dan suku yang ada di lingkungan masyarakat.

“Ajaran Buddha untuk hidup saling berbagi kebaikan, mengasihi
antarumat manusia dan menghormati toleransi kehidupan beragama.

Susanto menegaskan organisasi kantor penghubung Buddha Tzu Chi
Kabupaten Biak Numfor berkomitmen akan terus membantu pemerintah
daerah dalam mengatasi kebutuhan layanan kesehatan warga Biak Numfor.

“Ajaran Buddha yang senantiasa mengajarkan umatnya untuk saling
menghargai perbedaan dan menebar kebajikan untuk sesama manusia,”
katanya.

Puncak peringatan Hari Waisak dan Hari Suci Perempuan Internasional di
Kabupaten Biak Numfor ditandai dengan acara syukuran berupa
pembersihan kaki ibu-ibu oleh anak mereka sebagai wujud terima kasih
anak-anak atas jasa pengabdian orang tua dalam kehidupan keluarga.