UI Siap Jalankan Program Griya Moderasi Beragama & Bela Negara

Jakarta – Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Ari Kuncoro menyatakan kesiapannya dalam menjalankan program yang diluncurkan pemerintah yaitu ‘Griya Moderasi Beragama dan Bela Negara pada Perguruan Tinggi Umum’.

“Ini sejalan dengan tujuan dan cita-cita UI dalam membentuk karakter sivitas akademika yang toleran, moderat, serta memiliki komitmen pada Pancasila sebagai konsensus dalam berbangsa dan bernegara,” kata Ari Kuncoro dalam keterangannya¬†di Kampus UI Depok,¬†Jumat (2/11).

Untuk itu, UI berkomitmen untuk mendukung agenda pemerintah dalam menjaga kesatuan dan keutuhan negara Indonesia dengan menjadi perguruan tinggi yang inklusif, bermartabat, dan humanis.

“Yang dipentingkan di sini adalah interaksi dari orang yang memiliki latar belakang yang berbeda,” tuturnya.

Rektor mengatakan Griya Moderasi Beragama dan Bela Negara ini dapat menjadi laboratorium kehidupan agar sivitas akademika dapat memperoleh pengalaman dari pengamalan Pancasila. Semoga program ini dapat membawa manfaat, menjadi inspirasi, serta menumbuhkan motivasi bagi adik-adik semua untuk menjadi insan akademika yang berbudi luhur.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., menyebutkan bahwa program ini terwujud karena bela negara merupakan tekad, sikap, perilaku, serta tindakan warga negara, baik secara perorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara.

Bela negara dijiwai dengan kecintaan terhadap NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dari berbagai ancaman.

“Salah satu ajaran dari Hadratussyaikh Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari adalah meletakkan kewajiban bela negara sebagai bagian dari keimanan dan kecintaan terhadap negara,” ujarnya.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh Rektor yang hadir dalam kesempatan ini untuk membangun konsep bersama terkait bela negara yang dapat dijadikan sebagai pegangan seluruh mahasiswa dan dosen di lingkungan perguruan tinggi masing-masing,” katanya. (