HAMM — Kepolisian Jerman menangkap seorang pelajar berusia 16 tahun di Kota Hamm, North Rhine-Westphalia, pada 2 April lalu. Remaja tersebut diringkus lantaran merencanakan aksi pembakaran sebuah gereja komunitas Kristen. Otoritas Jerman mengungkapkan bahwa, aksi ini didalangi langsung oleh kelompok ISIS.
“Tersangka menjalin komunikasi dengan seseorang yang dekat dengan kelompok ISIS,” ungkap juru bicara kantor Kejaksaan Agung di Düsseldorf, Alexandra Wiese, dilansir dari Antaranews yang mengutip laporan surat kabar Bild (22/07).
Menurut keterangan tim penyelidik, remaja tersebut telah melakukan survei langsung ke gereja yang menjadi target serangannya. Sebelum tertangkap, tersangka juga diketahui berupaya pergi ke wilayah kekuasaan ISIS untuk bergabung, serta aktif mempromosikan propaganda kelompok teror tersebut di media sosial.
Pascapenangkapan dan penggeledahan di apartemennya, status penahanan remaja tersebut kini dialihkan. Ia dipindahkan dari fasilitas penahanan pra-sidang menuju fasilitas medis khusus anak di bawah umur.
Berdasarkan laporan Bild, pemindahan tersebut dilakukan usai tersangka didiagnosis mengidap gangguan mental. Hingga saat ini, tim penyidik masih mengkaji secara mendalam apakah tersangka dengan rekam jejak keterbatasan mental tersebut dapat diproses dan dituntut secara hukum.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!