ISLAMABAD – Serangkaian serangan teror berupa dua ledakan bom terpisah dan aksi baku tembak mengguncang wilayah Barat Laut Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan pada Senin, 16 Februari 2026. Insiden berdarah yang menargetkan aparat keamanan dan warga sipil ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan, di mana kelompok militan diduga kuat mendalangi serangan tersebut sebagai respons atas operasi militer yang tengah digencarkan pemerintah setempat.
Serangan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa itu menargetkan pos pemeriksaan dan kantor polisi. Para militan menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke dinding dekat pos pemeriksaan di distrik Bannu. Tak lama berselang, baku tembak sengit pecah antara pasukan keamanan dan kelompok bersenjata yang mencoba merangsek masuk ke area vital pemerintahan. Otoritas keamanan Pakistan mengonfirmasi bahwa korban tewas terdiri dari personel polisi, tentara, dan warga sipil yang terjebak dalam situasi kacau tersebut.
Dilansir dari Agence France Presse (AFP), Selasa, 17 Februari 2026, peristiwa tersebut menewaskan 17 korban jiwa, terdiri dari 14 personel keamanan dan tiga warga sipil, termasuk seorang anak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut, namun kecurigaan mengarah pada faksi militan yang kerap beroperasi di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan. Pemerintah Pakistan telah menetapkan status siaga tinggi dan memperketat pengamanan di seluruh instalasi militer serta tempat umum guna mengantisipasi serangan susulan.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!