DAMASKUS – Otoritas keamanan Suriah membongkar sebuah sel yang berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS (Daesh) di Provinsi Aleppo, Suriah utara. Kelompok tersebut diduga terlibat dalam sejumlah serangan dan aksi pembunuhan terencana.
Dikutip dari Anadoulu, seorang sumber keamanan mengatakan, Direktorat Intelijen Umum Suriah bekerja sama dengan Pasukan Keamanan Dalam Negeri berhasil membubarkan sel tersebut. Informasi itu disampaikan sumber tersebut kepada stasiun televisi pemerintah Suriah, Alikhbariah TV, Kamis (5/11).
Menurut sumber tersebut, sel ISIS itu bertanggung jawab atas “serangkaian serangan dan pembunuhan di provinsi tersebut”.
Namun, otoritas keamanan belum mengungkapkan jumlah anggota sel yang ditangkap, lokasi operasional mereka di Aleppo, maupun rincian serangan dan pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok tersebut.
Sebelumnya, pada 27 September, pasukan keamanan Suriah mengumumkan pembongkaran sel ISIS lain yang aktivitasnya bermula di Raqqa sebelum meluas ke Aleppo, Idlib, dan Homs. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA).
Saat itu, otoritas menyebut kelompok tersebut terlibat dalam penculikan, pemasangan perangkat peledak, serta aksi pembunuhan.
Empat pimpinan kelompok itu ditangkap di Raqqa bersama sejumlah anggota lainnya di beberapa provinsi. Petugas juga menyita bahan peledak yang diduga telah disiapkan untuk melancarkan serangan.
Pada 28 Juli, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Suriah, Noureddine al-Baba, juga mengumumkan penangkapan anggota dua sel ISIS di Aleppo. Kedua kelompok tersebut diduga merencanakan dan melakukan sejumlah operasi di wilayah Al-Bab dan Al-Rai.
Salah satu sel disebut telah membunuh seorang petugas keamanan yang berjaga di fasilitas pemerintah serta berupaya menargetkan seorang pejabat Kementerian Pertahanan. Sementara itu, sel lainnya diduga merencanakan serangan terhadap personel militer dan sejumlah fasilitas pemerintah.
Dalam perkembangan lainnya, Damaskus bergabung dengan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat untuk memerangi ISIS pada November 2025. Koalisi yang dibentuk pada 2014 tersebut selama ini menjalankan operasi pemberantasan kelompok ISIS di Suriah dan Irak.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!