Temui Yayasan Islam di Slovakia, Wapres Ma’ruf Promosikan Islam Moderat

Bratislava – Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengajak seluruh
komunitas muslim di Slovakia untuk dapat menggaungkan Islam yang
moderat dan toleran di Benua Eropa.

“Saya mengajak seluruh komunitas muslim di Slovakia untuk terus
mempromosikan Islam yang moderat dan toleran di benua Eropa,” ujar
Wapres Ma’ruf saat bertemu Yayasan Islam Slovakia di Bratislava,
Slovakia, Minggu (26/11).

Menurut Ma’ruf, moderasi beragama menjadi cara pandang yang tepat
untuk diterapkan dalam kehidupan beragama untuk membangun kemaslahatan
di dalam masyarakat, tanpa mengesampingkan ajaran-ajaran agama.

“Moderasi beragama menjadi pilihan cara pandang, sikap, dan praktik
beragama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun
kemaslahatan umum, tanpa bersifat reduktif dan abai terhadap ajaran
agama,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf juga mendorong pentingnya penerapan moderasi beragama yang
beradaptasi dengan kearifan lokal dan keberagaman.

“Moderasi mesti dicerminkan dalam perilaku beragama yang akomodatif
terhadap kearifan lokal, dan konteks keberagaman yang majemuk, serta
perkembangan zaman yang dinamis dan berubah sangat cepat,” kata
Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, moderasi beragama juga menjadi kunci untuk merekatkan
semangat beragama dengan komitmen dalam berbangsa.

Selain itu, kata Ma’ruf, moderasi beragama juga penting untuk
perwujudan inklusivitas dan penerapannya dalam kehidupan antarumat
beragama.

“Pentingnya ekspresi keagamaan inklusif dan moderat, misalnya melalui
dialog antaragama dan antarbudaya bagi toleransi antarpemeluk agama,
menghormati kebebasan beragama, serta meneguhkan etika sosial dan
nilai universal dalam pencegahan potensi konflik lintas agama,” kata
Ma’ruf.

Selain itu, Ma’ruf Amin menceritakan kepada Yayasan Islam Slovakia
bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat plural. Indonesia
mempunyai beragam agama dan etnis, serta menerapkan prinsip warga
negara berkedudukan setara dan patuh atas hukum yang berlaku.

“Kami juga memiliki semboyan kehidupan kebangsaan Bhineka Tunggal Ika
serta ideologi dan dasar negara Pancasila,” kata Ma’ruf.