Tak Cuma Baris-Berbaris, Paskibraka Bogor Dibentuk Jadi Duta Pancasila

BOGOR — Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan hanya soal menguasai gerakan baris-berbaris. Di Kabupaten Bogor, 60 calon Paskibraka menjalani pembinaan intensif di “Desa Bahagia” untuk membentuk disiplin, ketangguhan, sekaligus karakter kebangsaan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di lokasi pemusatan latihan tersebut, seluruh aktivitas peserta diatur secara terstruktur, mulai dari waktu bangun, ibadah, makan, latihan fisik, pembekalan wawasan kebangsaan hingga waktu istirahat.

Pelatih Utama Paskibraka Kabupaten Bogor 2026, Pelda Suroto, mengatakan 60 peserta yang menjalani pemusatan latihan merupakan bagian dari 62 calon Paskibraka yang lolos seleksi. Dua peserta lainnya terpilih untuk bertugas di tingkat nasional dan Provinsi Jawa Barat.

“Sebanyak 60 peserta menjalani latihan di ‘Desa Bahagia’ untuk Paskibraka Kabupaten Bogor, sedangkan dua lainnya menjadi Paskibraka di tingkat nasional dan Provinsi Jabar,” kata Suroto di Cibinong, Senin (10/8/2026).

Disaring dari 1.850 Peserta

Perjalanan mereka menuju “Desa Bahagia” tidak singkat. Seleksi calon Paskibraka Kabupaten Bogor telah dimulai sejak Februari 2026 dan diikuti 1.850 peserta.

Para peserta harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari tes pengetahuan umum, parade, kesamaptaan hingga tes kepribadian. Setelah melalui proses seleksi tersebut, hanya 62 orang yang dinyatakan terpilih.

Suroto mengatakan pembinaan kemudian dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni pembelajaran aktif, pelatihan teknis, dan pembentukan karakter.

Pada pembelajaran aktif, peserta mendapatkan materi wawasan kebangsaan, Pancasila, serta nilai-nilai kebangsaan. Sementara pelatihan teknis mencakup pembinaan fisik, kedisiplinan, kekompakan, formasi, teknik pelaporan, serta gerakan pengibaran dan penurunan bendera.

Aspek karakter juga mendapat perhatian khusus. Para peserta dibekali etika dan tanggung jawab agar kemampuan teknis yang dimiliki berjalan seimbang dengan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Harapannya, setelah selesai mengikuti Paskibraka, adik-adik ini tidak hanya mampu melaksanakan tugas dengan baik, tetapi juga bisa menjadi Duta Pancasila dan calon-calon pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas di era digitalisasi,” ujar Suroto.

Sehari Dimulai Pukul 04.15

Kehidupan di “Desa Bahagia” dirancang untuk membangun kebiasaan disiplin. Wakil Komandan Latihan Paskibraka Kabupaten Bogor, Ipda Romadi, mengatakan setiap aktivitas peserta telah memiliki jadwal yang harus dijalankan.

Hari mereka dimulai sekitar pukul 04.15 WIB. Setelah bangun, peserta menjalankan ibadah, kemudian mempersiapkan diri dan sarapan sebelum menuju Alun-Alun Kabupaten Bogor untuk menjalani latihan.

Latihan berlangsung sejak pagi hingga sore. Materinya meliputi olahraga, pemantapan formasi, teknik pelaporan, pembukaan formasi, serta latihan pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih.

Sekitar pukul 16.30 WIB, peserta kembali ke lokasi pemusatan latihan. Namun, kegiatan belum sepenuhnya berakhir.

Malam hari diisi dengan ibadah, makan bersama, serta pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, Pancasila, dan etika. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta beristirahat sekitar pukul 22.00 WIB.

“Dari mulai tidur, bangun, ibadah, latihan sampai menerima materi semuanya sudah diatur. Ini menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan dan karakter mereka,” kata Romadi.

Pola pembinaan tersebut membuat “Desa Bahagia” bukan sekadar tempat tinggal sementara bagi para calon Paskibraka. Tempat tersebut menjadi ruang pembentukan karakter, tempat para peserta belajar bahwa tugas mengibarkan Merah Putih membutuhkan ketepatan, kekompakan, tanggung jawab, dan ketahanan mental.

Dengan proses pembinaan tersebut, para Paskibraka Kabupaten Bogor diharapkan tidak berhenti sebagai petugas upacara pada 17 Agustus. Mereka juga diproyeksikan menjadi generasi muda yang mampu membawa nilai Pancasila, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan dalam kehidupan setelah masa tugas berakhir.