Sosialisasi SOP Sistem Keamanan Terminal Penumpang Untuk Samakan Visi dan Misi Terhadap Ancamanan Terorisme

Surabaya – Direktorat Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (Dit Lindung BNPT) menggelar acara Sosialisasi Standar Operational Prosedur (SOP) Sistem Keamanan Terminal Penumpang Angkutan Jalan Dari Ancaman Terorisme. Acara tersebut digelar di Hotel Java Paragon, Surabaya pada Rabu-Kamis (26-27/10/2016).

SOP ini digunakan sebagai penanganan keadaan darurat dalam menghadapi ancaman terorisme di terminal darat yang berupa alur pelaporan dari petugas pengamanan hingga ke Kepala Terminal. Dimana petugas di terminal nantinya dapat melakukan koordinasi dan komunikasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kasubdit Pengamanan Obyek Vital, Transportasi dan VVIP, Kolonel Mar. Purwanto Djoko ditemui di lokasi acara mengatakan bahwa maksud disosialisasikannya SOP ini yakni untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan SOP ini agar terjalinnya komitmen, koordinasi kerja dan komunikasi untuk merencanakan, melaksanakan dan memonitor secara bersama-sama terkait pengamanan atas aksi dan serangan terorisme di prasarana transportasi pada aspek terminal darat di Indonesia.

“Dimana yang tentunya juga bertujuan sebagai pedoman bagi para pelaksana agar mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif diantara BNPT, Kementerian/Lembaga terkait dan mitra tentang kebijakan, strategi dan langkah dalam melakukan perlindungan terhadap prasarana transportasi pada aspek terminal darat di Indonesia,” ujar Kolonel Mar. Purwanto Djoko.

Lebih lanjut pria yang dalam karir militernya dibesarkan di pasukan Intai Para Amfibi Marinir ini menjelaskan bahwa dengan di sosialisasikannya SOP ini diharapkan dapat terwujud dukungan pemahaman dan kerjasama pelaksanaan sistem keamanan prasarana transportasi pada aspek terminal darat dari ancaman terorisme dari Kementerian/Lembaga dan mitra di tingkat nasional.

“Tentunya juga untuk menyamakan visi, misi dan persepsi terhadap ancamanan terorisme di prasarana transportasi pada aspek terminal darat nasional termasuk antisipasi pengamanannya.dan dapat mengimplementasikan langkah-langkah strategis dari sistem keamanan prasarana transportasi pada aspek terminal darat dalam rangka pencegahan terorisme,” ujar pria peraih gelar Adhi Makayasa tahun 1992 ini mengakhiri.