Sinergi Sekolah, TNI, dan Polri di Bogor Perkuat Karakter Pelajar Hadapi Ancaman Radikalisme Digital

BOGOR – Upaya membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme terus dilakukan melalui jalur pendidikan. Yayasan Pendidikan Triwijaya Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kembali menggelar program Pendidikan Bela Negara yang diikuti 120 siswa baru tingkat SMP dan SMK sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak dini.

Program yang memasuki penyelenggaraan kelima itu digelar pada Kamis (9/7/2026) dengan melibatkan seluruh keluarga besar yayasan. Kegiatan juga didukung jajaran TNI dan Polri, yakni Polsek Cijeruk serta Koramil 0621-12 Cijeruk, sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan mencegah penyebaran paham radikal di kalangan pelajar.

Kepala SMK Triwijaya, Saepudin Suherman, mengatakan pendidikan karakter menjadi fondasi penting agar peserta didik memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk propaganda yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar memiliki rasa cinta tanah air, menjunjung toleransi, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan paham ekstrem.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kapolsek Cijeruk, Kompol Uba Subroto, yang menekankan pentingnya membangun kesiapan mental dan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional.

“Saya sangat berharap para peserta yang mengikuti kegiatan ini mampu tumbuh menjadi generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta mempunyai kemampuan dasar bela negara yang solid,” ujarnya.

Selain memberikan pembekalan mengenai bela negara, kegiatan tersebut juga diisi aksi kepedulian sosial melalui pemberian beasiswa penuh kepada sepuluh siswa baru dari kalangan yatim dan dhuafa hingga lulus sekolah. Program itu merupakan hasil kolaborasi Yayasan Pendidikan Triwijaya bersama Polsek Cijeruk dan Koramil 0621-12 Cijeruk.

Ketua Panitia Pendidikan Bela Negara, Rudi Komarudin, menilai perhatian terhadap aspek sosial juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk pengaruh ekstremisme.

“Bagi saya pribadi dan seluruh panitia, kegiatan ini merupakan sebuah investasi karakter jangka panjang yang sangat berharga bagi masa depan para peserta didik kita. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mencintai bangsa, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk pengaruh paham radikal,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai materi yang dikemas secara interaktif, mulai dari latihan baris-berbaris, pembentukan disiplin, penguatan mental, kerja sama tim, penanaman nilai-nilai Pancasila, hingga pengembangan kepedulian sosial. Seluruh rangkaian pembelajaran dirancang sesuai dengan karakteristik psikologis remaja sehingga mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ditutup melalui upacara penutupan yang dipimpin Danramil 0621-12 Cijeruk yang diwakili Sersan Mayor Busro. Dalam arahannya, ia mengapresiasi semangat para peserta sekaligus mengajak mereka untuk terus menjaga persatuan dan berkontribusi positif bagi bangsa.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas semangat, dedikasi, dan disiplin yang ditunjukkan oleh seluruh siswa baru selama mengikuti rangkaian kegiatan bela negara ini. Saya yakin bekal yang diperoleh akan menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia sekaligus mendorong mereka berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara. Karena itu, semangat cinta tanah air, toleransi, dan gotong royong perlu terus ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyebaran intoleransi, radikalisme, dan terorisme di era digital.