Vatikan – Di tengah meningkatnya konflik global, pesan Paskah dari Paus Leo XIV tahun ini menyoroti satu hal yang tegas: dunia harus berhenti terbiasa dengan perang. Dari balkon Basilika Santo Petrus di Vatikan, Paus mengajak para pemimpin dunia meninggalkan ambisi dominasi dan memilih jalan damai.
Di hadapan ribuan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus, Paus menilai manusia mulai kehilangan kepekaan terhadap kekerasan yang terus terjadi. Ia mengingatkan bahwa perayaan Paskah seharusnya menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai tanpa kekerasan yang diteladankan Kristus.
“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya. Biarlah mereka yang memiliki kekuatan untuk memicu perang memilih perdamaian,” seru Paus dalam berkat Urbi et Orbi yang disampaikan secara singkat namun kuat, Minggu (5/4/2026).
Tanpa menyebut konflik tertentu, Paus Leo XIV menekankan bahwa dorongan untuk menguasai dan menaklukkan hanya akan memperpanjang penderitaan global. Ia mengajak dunia meninggalkan ambisi kekuasaan dan memohon anugerah damai bagi kawasan-kawasan yang dilanda perang.
Sebelumnya, Paus juga menyoroti meningkatnya eskalasi kekerasan global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia bahkan menyampaikan seruan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar mengedepankan solusi diplomatik.
Selain pesan perdamaian, Paus juga mengajak umat agar tidak menjadi apatis terhadap konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Ia menekankan bahwa upaya perdamaian harus dimulai dari kesadaran kolektif untuk menolak kekerasan.
Dari balkon basilika yang dihiasi ribuan bunga, Paus menyampaikan ucapan Paskah dalam sepuluh bahasa dan mengumumkan rencana doa berjaga untuk perdamaian dunia yang akan digelar pada 11 April mendatang.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!