Serangan Teroris di Nigeria Tewaskan Puluhan Warga Sipil, OKI Tekankan Pentingnya Kerja Sama Internasional

Zamfara – Gelombang kecaman internasional menguat setelah serangan teroris kembali menewaskan dan melukai puluhan warga sipil di Negara Bagian Zamfara, Nigeria barat laut. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara resmi menyatakan kecaman keras atas tragedi tersebut dan menegaskan solidaritasnya terhadap pemerintah serta rakyat Nigeria.

Dalam pernyataan resminya, OKI menyebut serangan itu sebagai tindakan brutal yang tidak hanya mengancam keselamatan warga sipil, tetapi juga berpotensi merusak stabilitas kawasan Afrika Barat yang selama ini menghadapi tantangan keamanan kompleks.

Organisasi yang beranggotakan puluhan negara mayoritas Muslim itu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan bagi warga yang terluka. OKI juga menekankan pentingnya pemulihan kondisi sosial agar masyarakat setempat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Desakan Penegakan Hukum dan Kerja Sama Global

Selain menyatakan simpati, OKI mendesak pemerintah Nigeria untuk mengambil langkah maksimal dalam memburu pelaku serta memastikan proses hukum berjalan sesuai prinsip keadilan.

Menurut OKI, kerja sama internasional menjadi kunci untuk mencegah eskalasi serangan lanjutan. Pendekatan terpadu, baik melalui koordinasi keamanan maupun strategi kontra-terorisme bersama, dinilai penting untuk melindungi masyarakat sipil di kawasan yang terus dilanda konflik bersenjata.

Serangan di Zamfara sendiri merupakan bagian dari rangkaian aksi kekerasan oleh kelompok bersenjata yang kerap menargetkan warga dan aparat keamanan. Di sejumlah wilayah terpencil, kelompok ekstremis diketahui menggunakan taktik penembakan serta penculikan sebagai alat tekanan.

Dukungan Regional

Kecaman terhadap insiden ini tidak datang dari OKI saja. Uni Afrika dan pemerintah Somalia turut menyuarakan penolakan tegas atas aksi teror tersebut, sekaligus menyerukan pemulihan keamanan dan perlindungan hak asasi manusia tanpa syarat.

Negara Bagian Zamfara memang telah lama menjadi titik rawan konflik antara kelompok bersenjata dan pemerintah. Serangkaian insiden kekerasan berulang telah menyebabkan korban jiwa serta kerugian material yang signifikan.

Upaya regional dan internasional kini terus digencarkan untuk meredam ancaman terorisme di kawasan itu, dengan harapan stabilitas dapat segera dipulihkan dan keselamatan warga sipil terjamin.