Beranda / Berita / Kegiatan / Bersama Generasi Muda / 300 Pelajar SMA Malang Ikuti Gerakan Sekolah Anti Radikalisme
Sekitar 300 Pelajar SMA Kota Malang Ikuti Seminar Gerakan Sekolah Anti Radikalisme

300 Pelajar SMA Malang Ikuti Gerakan Sekolah Anti Radikalisme

Malang – Kelompok teroris selama ini mengincar kalangan generasi muda untuk dapat dirasuki paham radikalisme dan terorisme dengan cara mempropagandakan kebencian dan hasutan di media sosial,. Hal ini tentunya akan sangat berbahaya bagi para generasi muda jika nantinya terpengaruh dengan paham tersebut apalagi sampai bergabung dengan jaringan kelompok tersebut. Untuk itu peran generasi muda dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme sangat penting.

Agar generasi muda Indonesia bisa menangkal upaya penyebaran paham radikalisme dan terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Banter (Barisan Anti Terorisme) menggelar Seminar Nasional “Gerakan Sekolah Anti Radikalisme” di kalangan pelajar SMA/SMK sederajat di wilayah kota Malang. Seminar yang diikuti hampir 300 siswa ini digelar di Aula SMA Tugu, Malang, Kamis (19/4/2018).

“Acara ini diselenggarakan oleh Duta damai Jawa Timur yang berisikan 5 kelompok. Ini semuanya bergerak di dunia maya untuk membuat konten-konten positif untuk kontra propaganda, kontra isu isu hoax ataupun menjadi cyber di dunia maya,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Al Muiz Liddinillah dalam sambutannya.

Dijelaskannya, acara seminar nasional gerakan sekolah anti radikalisme dengan tema muda berkarya melawan terorisme dunia maya ini adalah sebagai sarana bagi generasi muda di wilayah Malang untuk bisa bersama-sama memerangi paham radikalisme terorisme melalui dunia maya.

Sekitar 300 Pelajar SMA Kota Malang Ikuti Seminar Gerakan Sekolah Anti Radikalisme

“Jadi terorisme ataupun isu-isu SARA, isu-isu hoax di dunia maya sekarang ini sangat marak terjadi. Maka dari itu niat kami atau itikad kami sebagai duta damai ini ingin di kalangan pelajar ataupun di lembaga-lembaga pendidikan ini bisa berperan aktif dalam menangkal isu-isu hoax.,” ujarnya

Oleh karena itu menurutnya, dalam acara ini juga dibentuk Duta Damai ataupun tim cyber untuk membantu Duta Damai dalam menjalankan kontra narasi propaganda maupun kontra isu hoax dan lain sebagainya

“Maka dari itu harapan saya harapan saya maupun harapan kami sebagai Duta damai, kontribusi kontribusi dari para siswa ataupun lembaga pendidikan untuk sinergis dengan duta damai ataupun dengan BNPT khususnya di pencegahan paham radikalisme dan terorisme maupun isu-isu hoax,” ujanrya.

ya trit Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan terima kasih atas kehadirannya Terima kasih atas kontribusinya mungkin ini kegiatan yang belum sempurna mungkin bisa disempurnakan dengan itikad baik kalian itikad baik kalian untuk mengikuti agenda ini maupun untuk sama-sama bersinergi dalam dalam menangkal radikalisme

Seperti diketahui, Banter sendiri merupakan sekumpulan penggiat media sosial yang dibentuk oleh BNPT melalui Duta Damai Dunia Maya regional Jawa Timur, Duta Damai merupakan komunitas generasi muda penggiat dunia maya sebagai binaan Pusat Media Damai (PMD) BNPT yang dibentuk di masing-masing provinsi.

Duta Damai ini dibentuk guna menyebarkan konten konten positif dan sebagai cara kontra narasi negatif di dunia maya. Hal ini juga untuk mencegah penyebaran konten-konten yang mengandung paham radikalisme dan terorisme serta informasi/berita palsu (hoax).

Tentang Noor Irawan

Alumni fakultas Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur ini lama meliput kegiatan militer di Indonesia. Saat ini juga ikut tergabung di tim PMD dalam Satgas Pencegahan BNPT

Baca Juga

Komunikasi Orang Tua ke Anak Efektif Cegah Terorisme

Tanjung Pinang – Catatan keterpaparan paham radikal terorisme terhadap anak yang menunjukkan gejala meningkat menjadi …