Lamongan – Pencegahan intoleransi dan radikalisme di kalangan generasi muda tidak cukup disampaikan melalui pesan satu arah. Pendekatan yang dekat dengan keseharian anak muda juga diperlukan agar nilai persatuan dan toleransi dapat dipahami sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut dilakukan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jawa Timur saat memberikan pembinaan kepada santri Panti Asuhan dan Pondok Pesantren (PA dan PP) Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Ghoihab Al Islamy, Kampus 2 Al Mizan Putra, itu diikuti santriwan, santriwati, dewan guru, ustaz dan ustazah, serta Mudir PA&PP Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.
Kepala Ditbinmas Polda Jatim Rachmad Slamet, S.Sos., memberikan pembinaan mengenai pentingnya mencegah berkembangnya paham intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren.
Rachmad mengajak para santri menghindari sikap intoleran dan memperkuat persatuan. Menurut dia, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan saling menghargai, membangun kebersamaan, dan menjaga keutuhan kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut kemudian disampaikan dengan pendekatan yang lebih interaktif. Salah satu anggota tim Ditbinmas Polda Jatim, Kak Aufa, mengajak para santri mengikuti permainan sambung ayat.
Suasana tersebut membuat pembinaan berlangsung lebih akrab. Materi mengenai persatuan dan sikap menghadapi perbedaan tidak hanya disampaikan dalam bentuk ceramah, tetapi dikemas melalui interaksi yang melibatkan para santri secara langsung.
Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang membangun komunikasi antara kepolisian dan lingkungan pesantren. Para santri diajak memahami bahwa menjaga persatuan bukan hanya berkaitan dengan menghadapi ancaman, tetapi juga membangun sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan mengenai toleransi juga diarahkan agar para santri mampu menyikapi perbedaan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh pandangan yang mendorong permusuhan maupun kekerasan.
Di akhir kegiatan, Ditbinmas Polda Jatim menyerahkan bantuan berupa sarung kepada para santri. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus mempererat silaturahmi antara kepolisian dan keluarga besar PA&PP Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.
Kak Aufa berharap pembinaan tersebut dapat memperkuat pemahaman para santri mengenai pentingnya menjaga persatuan dan menjauhi intoleransi serta radikalisme.
Ia juga mendorong para santri mengamalkan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kedamaian dan kemaslahatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan dialogis, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga tempat tumbuhnya generasi muda yang mampu menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!