Saat Cap Go Meh Bertemu Ramadan, Bekasi Perlihatkan Indahnya Kebersamaan

Bekasi – Perayaan Kirab Cap Go Meh di Kelenteng Hok Lay Kiong, Kota Bekasi, berlangsung semarak pada Selasa (3/3/2026). Ribuan warga memadati kawasan kelenteng untuk menyaksikan atraksi barongsai, liong, serta berbagai pertunjukan budaya yang meriah dan penuh warna.

Perayaan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Meski umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa, kirab tetap digelar dengan meriah namun tetap berlangsung tertib dan kondusif.

Warga dari berbagai latar belakang agama dan etnis tampak membaur menyaksikan rangkaian acara. Umat Muslim hadir dengan tertib, sementara umat Tionghoa yang merayakan Cap Go Meh turut menjaga suasana agar tetap menghormati bulan suci Ramadan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut hadir menyaksikan langsung jalannya kirab. Ia juga menyapa warga serta para tokoh masyarakat yang hadir dalam perayaan tersebut.

Menurut Tri, perayaan Cap Go Meh yang berlangsung bersamaan dengan Ramadan menjadi gambaran nyata kuatnya toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat Kota Bekasi.

“Kirab Cap Go Meh yang berlangsung di bulan Ramadan ini menjadi bukti bahwa toleransi di Kota Bekasi bukan hanya slogan, tetapi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa merayakan perbedaan dengan penuh rasa hormat,” ujar Tri Adhianto, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, momen tersebut juga menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama dapat berjalan secara alami di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

“Bekasi adalah rumah bagi semua. Ketika kita saling menghormati dan menjaga kebersamaan, maka kota ini akan semakin kuat, damai, dan membanggakan,” tambahnya.

Perayaan Cap Go Meh yang berjalan beriringan dengan Ramadan pun menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman, sekaligus memperlihatkan bagaimana harmoni antarumat beragama dapat terjaga dalam kehidupan sehari-hari di Kota Bekasi.