MAKASSAR – Kawasan Boulevard Makassar dipenuhi semangat kebersamaan saat ribuan warga mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) Harmoni pada Minggu pagi. Tidak hanya berolahraga, masyarakat juga berpartisipasi dalam kampanye publik bertajuk “Merawat Harmoni, Memperkuat Persatuan: Bersama Menolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)” sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Mengusung tema “CFD Harmoni: Jalan Sehat, Pikiran Sehat, Indonesia Kuat”, kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WITA itu memadukan aktivitas olahraga dengan edukasi kebangsaan. Salah satu agenda utama adalah penandatanganan spanduk komitmen bersama sebagai simbol penolakan terhadap berbagai paham yang berpotensi memecah belah bangsa.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Warga dari berbagai kalangan memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian acara yang berlangsung hingga pukul 09.30 WITA.
Kampanye damai tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh agama dan pemimpin organisasi kemasyarakatan di Sulawesi Selatan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof. Najamuddin, hadir bersama istri sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat toleransi dan kerukunan masyarakat.
Turut hadir pula Prof. Mustari Bosra, Ketua Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) yang juga menjabat Wakil Ketua MUI Sulawesi Selatan, serta Prof. Muammar Bakry, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan sekaligus Sekretaris Umum MUI Sulawesi Selatan.
Kehadiran para tokoh lintas agama tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dalam menjaga kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis di Sulawesi Selatan. Bersama masyarakat, mereka membubuhkan tanda tangan pada spanduk komitmen sebagai simbol dukungan terhadap nilai-nilai toleransi, kebhinekaan, dan persatuan bangsa.
Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi publik mengenai pentingnya membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat, penyelenggara berharap pesan perdamaian dapat diterima secara luas dan menjadi bagian dari budaya kehidupan sehari-hari.
Selain mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui olahraga, CFD Harmoni sekaligus menegaskan bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kesadaran kebangsaan. Semangat hidup sehat dipadukan dengan penguatan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan gotong royong sebagai fondasi menjaga persatuan Indonesia.
Penyelenggara berharap kampanye serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan di berbagai daerah sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan kolektif merawat harmoni sosial. Dengan partisipasi aktif warga dan dukungan tokoh lintas agama, Makassar diharapkan terus menjadi contoh kota yang menjunjung tinggi kerukunan serta menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun budaya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!