MATARAM — Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat menimba pengetahuan. Kampus juga harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun karakter, integritas, dan kapasitas kepemimpinan sebagai bekal menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Mataram 2026 yang menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama RI, Prof. Gugun Gumilar, Ph.D., sebagai narasumber, Selasa (11/8).
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Gugun mendorong mahasiswa UIN Mataram menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk karakter kepemimpinan.
Menurut dia, mahasiswa harus mampu melihat perkembangan dunia secara luas. Namun, keterbukaan terhadap perubahan global tidak boleh membuat generasi muda kehilangan identitas dan nilai-nilai kebangsaan.
“Mahasiswa harus berani berpikir global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” pesan Gugun dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebut penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi modal penting bagi mahasiswa. Namun, dua hal tersebut perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai moderasi beragama.
Bagi Gugun, kemampuan intelektual tanpa karakter dapat membuat perkembangan ilmu dan teknologi kehilangan arah. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki fondasi nilai yang kuat agar mampu menggunakan pengetahuan dan teknologi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengajak mahasiswa baru UIN Mataram mengambil peran sebagai agen persatuan di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman agama, budaya, suku, dan latar belakang sosial.
Generasi muda, kata dia, memiliki posisi strategis dalam menjaga toleransi dan membangun hubungan yang harmonis. Salah satunya dengan memperkuat dialog antarbudaya serta membiasakan sikap saling menghormati.
Semangat kolaborasi juga dinilai penting agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram Prof. DR. TGH. Masnun Tahir mengapresiasi kehadiran Gugun dalam rangkaian PBAK 2026. Menurutnya, pengalaman akademik dan jejaring global yang dimiliki narasumber dapat membuka perspektif baru bagi mahasiswa baru.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru dari kegiatan tersebut, tetapi juga terdorong untuk berprestasi, berinovasi, dan mulai membangun jejaring internasional sejak masa awal perkuliahan.
“Melalui PBAK 2026, UIN Mataram terus menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem akademik yang berkualitas,” ujar Masnun.
Menurut dia, kehadiran Prof. Gugun Gumilar menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, daya saing global, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.
UIN Mataram berharap mahasiswa baru dapat mengambil peran lebih luas sebagai generasi yang mampu membawa nilai moderasi, toleransi, dan perdamaian dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!