London – Pemerintah Inggris resmi mengumumkan rencana perombakan lembaga kepolisian pada Minggu (25/01/2026). Langkah strategis ini ditandai dengan pembentukan badan keamanan nasional baru yang dijuluki sebagai “British FBI” guna merespons ancaman terorisme dan kejahatan berat yang kian canggih.
Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, menjelaskan bahwa reformasi ini mendesak dilakukan karena model kepolisian saat ini dinilai sudah usang dalam menghadapi peta kejahatan modern.
“Apa yang saya lakukan adalah membangun sebuah model kepolisian yang dapat beradaptasi dan dapat menangani segala bentuk kejahatan sehari hari. Memastikan adanya hukuman, dan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa para pelaku kriminal tersebut tidak akan bisa lagi merajalela,” ungkap Shabana Mahmood seperti dikutip dari BBC, Minggu 25 Januari 2026.
Badan baru ini—yang secara struktur dan fungsi menyerupai Biro Investigasi Federal (FBI) di Amerika Serikat— akan mengambil alih tanggung jawab penanganan kejahatan serius yang sebelumnya tersebar. Fokus utamanya mencakup kontraterorisme, kejahatan siber, perdagangan manusia, hingga kejahatan terorganisir lintas negara.
“Kita juga akan memiliki layanan kepolisian nasional yang mampu mengejar penjahat internasional maupun penjahat nasional yang beroperasi tanpa memandang batas wilayah,” tegasnya.
Kepala lembaga baru ini nantinya akan menjabat sebagai National Crime Commissioner dan menjadi pejabat kepolisian tertinggi di Inggris. Selama ini, posisi tersebut dipegang oleh Kepala Kepolisian Metropolitan London, yang juga memiliki tanggung jawab nasional dalam penanganan terorisme.
Pembentukan satuan baru ini bertujuan untuk menghilangkan sekat birokrasi yang selama ini menghambat pertukaran intelijen antarwilayah. Dengan adanya badan terpusat, Inggris berharap dapat meningkatkan kemampuan teknologi forensik, termasuk pemanfaatan pengenalan wajah (facial recognition), serta respons cepat terhadap ancaman keamanan nasional.
Langkah ini diambil menyusul serangkaian evaluasi terhadap kinerja kepolisian yang dinilai perlu beradaptasi dengan modus operandi kriminal berteknologi tinggi. Reformasi di bawah komando Shabana Mahmood ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik dan menciptakan sistem keamanan yang lebih tangguh.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!