MANGGARAI TIMUR — Umat Katolik di Paroki Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, terus memelihara tradisi hidup rukun sebagai kelompok minoritas di tengah masyarakat pada Senin (21/9/2026). Upaya pelestarian nilai-nilai toleransi ini bertujuan untuk memperkuat semangat kebersamaan masyarakat lintas agama dan mendukung kebebasan beribadah secara harmonis, salah satunya melalui kolaborasi dalam pembangunan kembali rumah ibadah.
Pastor Paroki Pota, Romo Ryan Tagung, menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama di Sambi Rampas bukan sekadar konsep, melainkan telah mewujud dalam aksi saling gotong royong dan solidaritas nyata sehari-hari.
“Ketika umat Katolik ada acara, tetangga yang Muslim datang membantu, begitu juga sebaliknya, itulah kekuatan kami,” ucap Romo Ryan Tagung seperti yang dilansir dari RRI.co.id (21/09).
Melansir pemberitaan RRI.co.id, Romo Ryan Tagung menegaskan bahwa dukungan partisipatif terhadap pembangunan rumah ibadah di wilayah tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator bagi upaya menjaga ruang kebebasan beribadah masyarakat plural. Hal ini secara tidak langsung membangun pemahaman literasi keagamaan dan lintas budaya yang kuat di Manggarai Timur.
Eksistensi umat Katolik di Paroki Pota menjadi bukti nyata bahwa toleransi beragama tidak bergantung pada dominasi jumlah suatu kelompok. Kehidupan bermasyarakat di Pota menegaskan bahwa kemajemukan keyakinan dapat berjalan berdampingan secara damai, asalkan dirawat melalui komitmen saling menghargai, tolong-menolong, dan menjaga kerukunan antarwarga.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!