JAKARTA – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng Film Kerukunan dan Perdamaian bertajuk “Indonesian Pluralities”. Acara ini berlangsung di Ruang Teater Prof. Dr. Aqib Suminto, Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Program hasil kolaborasi antara CRCS UGM, WatchDoc Documentary, dan Boston University’s Pardee School ini memutar film kedua dari seri tersebut yang berjudul Beta Mau Jumpa. Dokumenter berdurasi 35 menit ini menyoroti perjuangan kaum perempuan dan anak muda dalam menggalang perdamaian, sekaligus menjembatani kesenjangan hubungan antara komunitas Kristen dan Muslim yang sempat mengalami segregasi panjang pascakonflik Ambon 1999.
Kepala PKUB, Muhammad Adib Abdushomad, menegaskan bahwa seri dokumenter ini merupakan pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan bangsanya dalam merawat keberagaman.
“Melalui dialog, kolaborasi, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan, pluralitas dapat menjadi kekuatan bangsa, bukan sumber perpecahan,” ujar Adib Abdushomad pada Rabu, 12 Mei 2026.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FDIKOM UIN Jakarta, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana membangun ruang dialog bagi mahasiswa mengenai keindahan toleransi.
“Sejatinya, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural. Kemajemukan adalah realitas yang tidak terbantahkan di Indonesia,” tutur Gun Gun.
Setelah pemutaran film selesai, agenda berlanjut dengan sesi diskusi dan refleksi yang dipandu secara langsung oleh Farabi Ferdiansah, seorang pembuat film dokumenter yang juga menjabat sebagai dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, termasuk Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., serta Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan, Hery Susanto, S.S., M.Ap. Selain itu, turut hadir pimpinan dan staf dari Ditjen Bimas Agama-agama, Pusbimdik Khonghucu, jajaran Dekanat FDIKOM, hingga pimpinan serta mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!