Balikpapan – Memasuki hari ketujuh Ramadan, suasana buka puasa bersama di lingkungan Polresta Balikpapan bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah kebersamaan insan pers, anak yatim, serta personel Polri lintas agama, pesan tentang toleransi dan moderasi beragama ditegaskan sebagai fondasi menjaga kondusivitas kota.
Dalam tausiyahnya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Balikpapan Tengah, Muhammad Lutfi, mengajak seluruh elemen untuk “naik kelas” dalam memaknai persaudaraan. Menurutnya, persaudaraan paling dasar adalah ukhuwah diniyah—ikatan karena kesamaan agama. Namun, jika berhenti pada titik itu, ruang gesekan tetap terbuka.
“Persaudaraan yang dibatasi oleh keyakinan agama itu paling sempit dan rentan konflik. Karena itu kita harus naik ke derajat berikutnya,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Derajat yang dimaksud adalah ukhuwah wathaniyah, persaudaraan sebangsa dan setanah air. Pada level ini, identitas kebangsaan menjadi titik temu, melampaui perbedaan keyakinan.
AMIN dan Spirit Moderasi
Pesan tersebut dinilai selaras dengan semangat program Adaptif, Mumpuni, Inovatif, Nyata (AMIN) yang diusung Kapolresta Balikpapan, Jerrold Hendra Yosep Kumontoy.
Lutfi menekankan bahwa sikap adaptif tidak mungkin terwujud tanpa toleransi (tasamuh). Ia mengilustrasikannya lewat kisah sederhana tentang tiga penghuni kos dengan kebiasaan berbeda yang tetap rukun karena saling menyesuaikan.
Selain toleransi, ia juga menyoroti pentingnya moderasi (wasatiyah)—sikap adil dan proporsional dalam bertindak. Nilai ini berkaitan dengan prinsip “Mumpuni” dalam AMIN, yakni profesional dan tepat dalam mengambil keputusan.
“Inovasi dan tindakan nyata dalam membangun kebersamaan sosial adalah wujud konkret nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menahan ego dan memperkuat solidaritas sosial.
Humanis dan Tegas
Kegiatan lintas elemen ini menjadi cerminan pendekatan humanis Polresta Balikpapan dalam merawat stabilitas daerah. Nilai agama, kebangsaan, dan profesionalitas dipadukan dalam praktik nyata.
Tak hanya berbuka puasa bersama, pada kesempatan yang sama Polresta juga menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tindak pidana narkotika periode Januari–Februari 2026 serta tanggapan atas sejumlah kejadian di Balikpapan.
Pesan kebersamaan pun berpadu dengan komitmen penegakan hukum—menunjukkan bahwa keamanan dan harmoni sosial berjalan beriringan.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!