Pramono Anung Ingin Jakarta Jadi Role Model Pendidikan Pancasila Nasional

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan Jakarta menjadi role model nasional dalam implementasi pendidikan Pancasila yang tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberagaman masyarakat ibu kota menjadi modal penting untuk menunjukkan praktik nyata nilai-nilai Pancasila.

Hal itu disampaikan Pramono saat membuka sosialisasi pembelajaran pendidikan Pancasila bagi guru dan kepala sekolah se-DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (7/4/2026). Ia menekankan bahwa pendidikan Pancasila harus dikemas secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa.

Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada para pendidik. Pertama, pembelajaran Pancasila harus hadir melalui diskusi kelas yang hidup dan aktual, bukan disampaikan secara dogmatis. Kedua, proses belajar perlu dibuat menyenangkan dan bermakna agar tidak sekadar menjadi hafalan. Ketiga, nilai-nilai Pancasila harus selaras antara lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Pramono juga menyoroti praktik keberagaman yang selama ini dihadirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari implementasi nilai Pancasila. Ia mencontohkan sejumlah kegiatan lintas budaya yang ditampilkan di ruang publik, seperti Christmas Carol kolosal, perayaan Imlek, hingga pawai ogoh-ogoh saat Nyepi.

Menurutnya, keterbukaan terhadap keberagaman tersebut tidak hanya memperkuat toleransi sosial, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi. Ia menyebut program “Mudik ke Jakarta” yang digelar sepanjang 4–30 Maret mencatat transaksi mencapai Rp67,5 triliun. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jakarta disebut mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional 5,11 persen.

Pramono juga menyinggung posisi Jakarta yang disebut berada di peringkat kedua kota teraman di ASEAN berdasarkan Global Resident Index 2024. Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari kesadaran kolektif warga dalam menjaga kondusivitas kota.

Dalam kesempatan itu, Pramono mengingatkan bahwa kekuatan utama Pancasila terletak pada semangat gotong royong. Ia mengutip pandangan Megawati Soekarnoputri yang menyebut esensi Pancasila adalah gotong royong sebagai perekat bangsa.

Menurutnya, Indonesia termasuk negara yang beruntung karena sejak awal kemerdekaan telah memiliki ideologi yang jelas. Ia berharap Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengimplementasikan nilai Pancasila secara nyata melalui pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Jakarta bisa menjadi role model pendidikan Pancasila, bukan hanya untuk dihafalkan tetapi menjadi kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.