MEMPAWAH – Kehidupan masyarakat yang harmonis di Kabupaten Mempawah menarik perhatian kalangan akademisi. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mempawah menerima kunjungan tim peneliti dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dan Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak yang tengah mengkaji praktik humanisme religius di Kalimantan Barat.
Audiensi dan diskusi yang berlangsung di Kantor FKUB Kabupaten Mempawah, Selasa (9/6/2026), menjadi bagian dari penelitian bertajuk “Praktik Humanisme Religius dalam Komunitas Beragama di Kalimantan Barat: Memperkuat Toleransi, Etika, Kemanusiaan, dan Harmoni Sosial untuk Pembangunan Nasional.”
Tim peneliti dipimpin Prof. Dr. H. Zainudin, MA bersama Elmansyah, M.Si., Ona Sastro Lumban Tobing, M.Th., Oktavianey Gasperius, M.Th., dan Angga Setya Bhakti, MA. Penelitian tersebut merupakan bagian dari program Mora The Air Fund 2026 yang bertujuan mendorong riset lanjutan guna menjawab berbagai tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Kedatangan tim peneliti disambut Ketua FKUB Kabupaten Mempawah H. Askandar, SH, Wakil Ketua H. M. Sholihin, S.Pd.I., Dr. Enggen, serta jajaran pengurus FKUB.
Selain bersilaturahmi, para peneliti melakukan wawancara dan diskusi mendalam untuk menggali praktik kerukunan yang telah berkembang di tengah masyarakat Mempawah yang dikenal memiliki keberagaman agama dan budaya.
Ketua tim penelitian, Prof. Dr. H. Zainudin, menjelaskan bahwa riset ini merupakan bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan di bidang keagamaan dan sosial humaniora yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan kehidupan berbangsa.
Ia mengatakan hasil penelitian nantinya diharapkan dapat melahirkan rekomendasi yang memperkuat nilai toleransi, etika kemanusiaan, dan harmoni sosial sebagai fondasi pembangunan nasional.
Ketua FKUB Kabupaten Mempawah H. Askandar menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut dan berharap kolaborasi antara dunia akademik dan FKUB dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada ketua dan seluruh anggota tim penelitian yang telah berkenan mengunjungi Kantor FKUB Kabupaten Mempawah dan berdiskusi bersama pengurus FKUB. Semoga kunjungan ini membawa manfaat dan kebaikan bagi kehidupan umat beragama, khususnya di Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Menurut Askandar, dialog dan kajian ilmiah mengenai praktik kerukunan menjadi langkah penting untuk mendokumentasikan sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Sekretaris FKUB Kabupaten Mempawah, Muhardi S.Sos.I., berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti pada tataran akademis, tetapi dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan yang mendukung kehidupan masyarakat yang inklusif dan harmonis.
“Kami juga berharap kegiatan ini dapat mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan,” pungkasnya.
Melalui penelitian ini, Kabupaten Mempawah kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu daerah yang berhasil merawat keberagaman. Pengalaman masyarakat dalam membangun hubungan lintas agama diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus model penguatan kerukunan bagi daerah lain di Indonesia.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!