Padang — Semangat toleransi antarumat beragama kembali terlihat di Padang, Sumatera Barat. Di saat para pelajar Muslim mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan, ratusan pelajar beragama Buddha di kota tersebut juga menjalani pembinaan spiritual melalui kegiatan Bina Widya XXIX dan Retret Hidup Berkesadaran (RHB) 2026.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Sekolah Nasional Plus Manjushri pada Rabu (11/3/2026).
Program yang digagas oleh Wihara Buddha Warman Buddhist Centre Padang bekerja sama dengan Majelis Buddhayana Indonesia itu diikuti sekitar 290 pelajar dari berbagai sekolah di Padang, mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas inisiatif para tokoh agama dan komunitas Buddha yang aktif membina karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan.
Menurutnya, pembinaan spiritual seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan karakter yang kuat.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan Bina Widya dan Retret Hidup Berkesadaran yang digelar bersamaan dengan Pesantren Ramadan bagi siswa Muslim di Kota Padang. Kegiatan ini penting untuk memperkuat karakter generasi muda,” kata Fadly.
Ia menambahkan, pemerintah kota akan terus mendukung berbagai program pembinaan karakter pelajar lintas agama. Menurutnya, nilai-nilai religius menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang berintegritas, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan ajaran agama.
Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Wihara Buddha Warman Buddhist Centre Padang, Romo Pandita Sudharma SL, menjelaskan bahwa retret tahun ini mengusung tema “Berlatih Hidup Sadar Penuh, Membangun Harmoni, dan Menumbuhkan Semangat Bhakti yang Penuh Welas Asih.”
Ia mengatakan kegiatan ini menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus mempererat persaudaraan di antara pelajar Buddha dari berbagai sekolah di Padang.
Selama retret berlangsung, para peserta mengikuti sejumlah kegiatan seperti ceramah Dharma, meditasi, refleksi diri, hingga penguatan nilai-nilai spiritual.
Pelaksanaan program dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diikuti oleh 150 pelajar tingkat SMP dan SMA pada 8–13 Maret 2026. Sementara gelombang kedua untuk tingkat SD akan diikuti 140 peserta pada 15–18 Maret 2026.
Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah tokoh daerah, di antaranya Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Fauzi Bahar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Padang Salmadanis.
Kegiatan ini menjadi gambaran bagaimana kehidupan masyarakat di Sumatera Barat tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan, terutama dalam mendukung pembinaan generasi muda dari berbagai latar belakang agama.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!