Polres Sigi Perkuat Deteksi Dini Radikalisme Pasca Berakhirnya Operasi Madago Raya

Sigi – Kepolisian Resor (Polres) Sigi, Sulawesi Tengah, memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme di wilayah tersebut, menyusul berakhirnya Operasi Madago Raya pada 31 Desember 2025.

Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga mengatakan, upaya pencegahan ke depan tidak hanya bertumpu pada aparat kepolisian, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Dewan Adat.

“Kolaborasi ini penting agar pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme dapat diteruskan secara berjenjang kepada masyarakat,” ujar Kari Amsah Ritonga saat ditemui di Dolo, Jumat (2/1/2026).

Ia menegaskan, meski Operasi Madago Raya telah resmi berakhir, langkah pengamanan dan pemeliharaan stabilitas keamanan di Kabupaten Sigi tetap menjadi prioritas. Polres Sigi, kata dia, akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas serta fungsi intelijen untuk melakukan pendataan, pemetaan, dan pemantauan wilayah yang sebelumnya masuk dalam cakupan operasi.

“Kami fokus pada pendekatan deteksi dini, khususnya di daerah yang memiliki riwayat kerawanan. Upaya ini dilakukan secara persuasif dan berkelanjutan,” katanya.

Kapolres juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk aktif memantau lingkungan masing-masing agar tidak terjadi penyebaran paham radikal. Jika ditemukan indikasi yang mengarah pada radikalisme atau terorisme, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Ke depan, Polres Sigi tetap mengintensifkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) serta patroli skala besar di sejumlah wilayah yang dinilai rawan guna menjaga situasi tetap kondusif.

Sepanjang tahun 2025, program deradikalisasi di wilayah Sulawesi Tengah dinilai berjalan efektif. Sekitar seratus mantan narapidana terorisme dan simpatisannya dilaporkan telah menyatakan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama agar Kabupaten Sigi tetap aman, damai, dan terjaga dari ancaman ideologi kekerasan,” tutupnya.