Polres Purwakarta Tanamkan Nilai Pancasila kepada Mahasiswa, Perkuat Toleransi dan Persatuan

PURWAKARTA – Penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda menjadi salah satu upaya menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan dinamika kehidupan sosial. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta memberikan edukasi kebangsaan kepada mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Dr. KH. EZ. Muttaqien, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila sekaligus mendorong penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa tidak hanya diharapkan memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu menjadikannya pedoman dalam menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, dan membangun hubungan sosial yang harmonis.

Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Purwakarta, Kompol Dr. H. Iwan Rasiwan, S.H., M.H., hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia memberikan pembekalan mengenai kedudukan Pancasila sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Iwan, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui perilaku nyata, bukan sekadar dihafalkan sebagai materi pembelajaran. Pengamalan tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital, kemudahan akses informasi, dan beragam persoalan sosial yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda.

Pancasila, lanjutnya, mengajarkan masyarakat untuk menghormati perbedaan keyakinan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menjaga persatuan, mengutamakan musyawarah, serta membangun kepedulian sosial. Prinsip-prinsip tersebut perlu menjadi bagian dari karakter mahasiswa agar mereka mampu berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang adil dan damai.

Bagi mahasiswa hukum, pemahaman tersebut memiliki relevansi tersendiri. Kesadaran terhadap nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan untuk menjunjung tinggi keadilan, menghormati hak orang lain, serta memahami pentingnya hukum dalam melindungi kepentingan masyarakat.

Selain membahas ideologi kebangsaan, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya kecakapan digital. Mahasiswa diingatkan agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika informasi tersebut mengandung provokasi, berita bohong, atau ujaran kebencian yang berpotensi memicu konflik.

Di tengah derasnya arus komunikasi melalui media sosial, kemampuan menyaring informasi menjadi bagian penting dari tanggung jawab warga negara. Sikap kritis, kehati-hatian sebelum membagikan informasi, dan kesediaan memeriksa kebenaran suatu kabar merupakan langkah sederhana untuk mencegah penyebaran disinformasi serta menjaga hubungan antarkelompok masyarakat.

Penguatan karakter kebangsaan juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan sosial terhadap intoleransi dan paham radikal yang mengatasnamakan kepentingan tertentu. Pendidikan Pancasila yang disertai dialog dan praktik kehidupan sehari-hari diharapkan membantu generasi muda mengembangkan sikap terbuka, menghargai keberagaman, serta menolak kekerasan sebagai cara menyelesaikan perbedaan.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Purwakarta berupaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan lingkungan akademis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berintegritas, memiliki kesadaran hukum, dan peduli terhadap kehidupan sosial.

Mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki peran strategis dalam menyebarkan gagasan yang mendorong persatuan dan membangun budaya dialog. Lingkungan kampus dapat menjadi ruang untuk mengembangkan pemikiran kritis sekaligus menanamkan penghormatan terhadap perbedaan pandangan, agama, maupun latar belakang sosial.

Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pun tidak dapat dibebankan kepada kepolisian semata. Partisipasi masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, diperlukan untuk mencegah konflik, membangun komunikasi yang sehat, dan memperkuat solidaritas sosial.

Melalui pendekatan edukatif, Polres Purwakarta berharap nilai-nilai Pancasila semakin membumi dalam kehidupan generasi muda. Penguatan kebangsaan pada akhirnya bukan hanya diukur dari kemampuan menghafalkan lima sila, melainkan dari kesediaan setiap individu untuk menghormati sesama, menaati hukum, mengedepankan musyawarah, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia.