Polisi Turun ke Warung dan Pos Ronda Mandalika, Ajak Remaja Jaga Kamtibmas Jelang MotoGP

MANDALIKA – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengunci Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Jelang MotoGP 2026, patroli dan pengawasan diperketat untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dan mengamankan logistik event internasional tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol. Arisandi mengatakan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Jatanras diterjunkan untuk memantau titik-titik rawan seiring meningkatnya aktivitas di Mandalika.

“Tim URC bergerak melakukan pemantauan ketat serta tindakan hukum terukur terhadap segala indikasi gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan 3C — curat, curas, dan curanmor — di kawasan Mandalika,” ujar Arisandi.

Patroli dipimpin AKP Agus Eka Artha dan dimulai sejak pukul 01.30 WITA, Rabu (7/10/2026). Personel menyisir kawasan sirkuit, area perhotelan, pos-pos pengamanan di perbatasan permukiman warga, hingga area yang dianggap memiliki kerawanan tinggi.

Tak hanya di dataran rendah, pengawasan diperluas hingga ke area perbukitan di sekitar sirkuit dan kawasan Pantai Kuta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada celah keamanan di sekitar venue.

Dalam operasi ini, polisi juga berkoordinasi dengan ITDC untuk memantau kedatangan dan penyimpanan logistik MotoGP】. Setiap kontainer dan peralatan balap dipastikan dalam pengawasan.

Menariknya, patroli tidak melulu dengan pendekatan represif. Di beberapa titik, personel mengedepankan dialog humanis, termasuk menyambangi kelompok remaja yang masih nongkrong hingga larut malam.

“Pengawasan ini langkah antisipatif untuk menjaga logistik, pengunjung, dan kelancaran seluruh rangkaian MotoGP 2026. Kami juga mengajak masyarakat ikut menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing,” kata Arisandi.

Ia menegaskan, kesuksesan MotoGP tidak bisa dibebankan pada polisi saja. Dukungan warga sekitar menjadi kunci.

“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Ini demi nama baik daerah dan bangsa,” ujarnya.

Polda NTB memastikan patroli terarah dan penyisiran berkala akan terus dilakukan secara intensif hingga Operasi Mandalika 2026 berakhir.