Polda Bali Terapkan Pengamanan Khusus Kawal Nyepi dan Takbiran

Polda Bali Terapkan Pengamanan Khusus Kawal Nyepi dan Takbiran

DENPASAR — Kepolisian Daerah (Polda) Bali dan Pemerintah Provinsi Bali memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan perayaan Hari Raya Nyepi yang bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri pada 20 Maret 2026. Langkah pengamanan ini diambil guna memastikan kedua perayaan keagamaan tersebut dapat berjalan aman, tertib, dan saling menghormati.

Dilansir dari tvOnenews, Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, menyatakan telah menyiapkan skema pengamanan khusus untuk mengawal dua momen besar yang berlangsung bersamaan ini. Dalam pelaksanaannya, kepolisian berkoordinasi erat dengan tokoh agama, pemerintah daerah, dan Pecalang untuk melakukan pengawasan di wilayah adat.

“Kami ingin memastikan umat Hindu dapat menjalankan Nyepi dengan khidmat, sementara umat Islam juga bisa menjalankan malam takbiran dengan tertib,” ujar Daniel Adityajaya usai memimpin Apel Gabungan Operasi Ketupat Agung 2026 di Denpasar, Kamis.

Nantinya, sebanyak 2.196 personel Polda Bali dan jajaran Polres disiagakan di berbagai titik strategis, termasuk kawasan permukiman, tempat ibadah, dan jalur rawan keramaian.

Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Kapolda turut mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi sesuai dengan kesepakatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, pelaksanaan malam takbiran difokuskan di masjid atau musala, di mana umat diimbau untuk datang dengan berjalan kaki tanpa kendaraan. Selain itu, takbiran dilakukan tanpa pengeras suara, meminimalkan pencahayaan, serta tidak diperkenankan menggelar pawai keliling. Melalui kolaborasi pengamanan terpadu dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan pembatasan aktivitas selama Nyepi, perayaan dua hari besar keagamaan di Bali ini diharapkan dapat mencerminkan kerukunan antarumat beragama di Pulau Dewata.