Pj Gubernur Jateng Minta Kewaspadaan Tinggi Terhadap Radikalisme dan
Terorisme Jelang Natal dan Tahun Baru

Semarang – Pj Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol (purn) Nana
Sudjana meminta seluruh jajaran dan masyarakat di Jateng untuk selalu
waspada terhadap pergerakan radikalisme dan terorisme. Khususnya
menjelang Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Pasalnya, sedikitnya
Sembilan terduga teroris asal Jateng ditangkap Densus 88 sepanjang
tahun 2023.

“Kami akan mengamankan kemudian mensosialisasikan. Mengamankan lokasi
khususnya untuk kegiatan keagamaan. Dari gereja-gereja dan ini sudah
kami koordinasikan secara tersendiri antara kami, TNI, Polri,” ujar
Nana saat paparan Rapat Forkompinda terkait persiapan Nataru di kantor
Gubernur Jateng, Selasa (5/12/2023).

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mendorong antisipasi aksi teror dengan
pengamanan di sejumlah titik rawan. Terutama rumah ibadah umat
kristiani, yakni gereja.

“Sebagai informasi telah dilakukan penangkapan beberapa anggota jamaah
anshoru daulah (JAD) teroris di daerah Semarang, Sukoharjo, dan
Boyolali.

Oleh karena itu perlu diantisipasi pengamanan tempat ibadah, wisata,
dan objek vital lainnya menjelang nataru,” ujar Nana.

Tak kalah penting, tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas)
juga perlu dilibatkan untuk mengantisipasi aksi teror.

“Kemudian pelibatan tokoh masyarakat dan ormas keagamaan. Kalau kita
flashback tahun lalu, kita harus menjaga kesiapsiagaan, jangan sampai
kejadian terulang lagi. Itu yang kita harapkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nana menambahkan adanya beberapa potensi ancaman
kondusivitas lainnya saat nataru.

Di antaranya perkelahian warga, razia atribut natal yang masih terjadi
di beberapa tempat, hingga pencurian rumah kosong.

“Kemudian potensi perayaan tahun baru dengan petasan berbahaya, serta
potensi gangguan kemananan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di
masa kampanye, karena memang nataru ini bersamaan kampanye sedang
berjalan,” tandasnya.