Perkuat Nilai Kebangsaan di Lingkungan Pendidikan Islam, JSIT MoU dengan Lemhanas

JAKARTA – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk memperkuat penanaman nilai-nilai kebangsaan dan jiwa nasionalisme di lingkungan pendidikan Islam.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua Umum JSIT Indonesia, Ahmad Fikri, dan Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (20/01/2026).

Ahmad Fikri menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa Sekolah Islam Terpadu (SIT) tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara religius, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.

“Kami yakin bahwa JSIT memiliki potensi besar untuk menjadi warga negara yang baik dan kontributif, serta menjadi warga global yang inklusif dan produktif,” ujar Ketua Umum JSIT Indonesia Ahmad Fikri seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa, 20 Januari 2026. 

Ahmad mengatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa Sekolah Islam Terpadu (SIT) tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara religius, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh. 

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menyambut positif inisiatif JSIT. Ia menilai pendidikan adalah sektor vital dalam pembangunan ketahanan nasional. 

“Kerja sama ini adalah bagian dari komitmen Lemhannas untuk menggandeng berbagai instansi dalam mendukung tujuan nasional. Pendidikan adalah fondasi utama untuk kemajuan bangsa,” kata Ace.


Langkah ini diharapkan dapat menghapus stigma eksklusivitas pada sekolah Islam dan membuktikan bahwa pendidikan berbasis agama mampu berjalan beriringan dengan semangat nasionalisme yang tinggi.