Purworejo – Puluhan siswa SDN Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, memperingati Hari Kartini dengan cara berbeda. Mereka berjalan kaki mengelilingi Kompleks Gardu 21, Selasa (21/4/2026), sambil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga sarana pembelajaran tentang keberagaman dan toleransi. Kompleks Gardu 21 di Desa Kemanukan dikenal sebagai kawasan dengan kehidupan masyarakat lintas agama yang rukun dan berdampingan.
Di lingkungan tersebut, warga beragama Islam, Katolik, Kristen, Buddha, dan Hindu tinggal dalam satu kawasan. Keberagaman itu terlihat dari keberadaan rumah ibadah maupun ornamen khas di tiap rumah warga. Sebuah gereja berdiri di tengah kompleks, sementara di halaman rumah warga Buddha terdapat miniatur candi. Tidak jauh dari lokasi itu, rumah warga Hindu menampilkan pagar dengan ornamen arsitektur khas Bali.
Kepala SDN Kemanukan, Debby Putra Sun, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurutnya, pengalaman langsung dinilai lebih efektif untuk menanamkan nilai toleransi dibandingkan pembelajaran teori di kelas.
“Keberagaman di Kompleks Gardu 21 ini kami kenalkan kepada anak-anak agar mereka bisa melihat langsung dan memahami nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap para siswa dapat memahami perbedaan sekaligus tumbuh menjadi generasi yang menghargai keberagaman. Pendidikan karakter tersebut dinilai penting sebagai bekal menjaga persatuan di tengah masyarakat majemuk.
Kegiatan berjalan dengan antusias. Para siswa tampak gembira menyusuri kawasan sambil mengamati rumah ibadah serta ornamen khas yang menjadi simbol kerukunan warga setempat.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!