Pendidikan Politik Jadi Benteng Pelajar Hadapi Hoaks dan Radikalisme di Era Digital

PURWOREJO — Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap bercampur antara fakta dan hoaks, pendidikan politik bagi generasi muda dinilai semakin penting untuk membangun kesadaran demokrasi sekaligus mencegah berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Generasi Muda yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo di SMP Negeri 22 Purworejo, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Ketua Komisi I DPRD Purworejo Budi Sunaryo, unsur Forkopimcam Gebang, serta para pelajar yang menjadi peserta utama kegiatan.

Narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo, Abdul Azis, menegaskan bahwa pemahaman politik tidak seharusnya dimaknai semata sebagai urusan pemilu maupun perebutan kekuasaan. Menurutnya, politik merupakan bagian dari kehidupan berbangsa yang berkaitan erat dengan pengambilan keputusan dan masa depan masyarakat.

Ia menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kemudahan mengakses informasi melalui media sosial membawa manfaat besar, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga propaganda yang berpotensi memecah persatuan.

“Anak-anak muda harus mulai belajar memahami demokrasi secara sehat. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang memecah persatuan,” ujar Azis.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki pelajar agar mampu memilah informasi secara objektif. Sikap kritis tersebut diperlukan untuk mencegah generasi muda terjebak dalam narasi provokatif yang dapat mengarah pada intoleransi maupun radikalisme.

Azis juga mengingatkan bahwa para pelajar yang kelak menjadi pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, kesadaran politik perlu dibangun sejak dini melalui kebiasaan menghargai perbedaan pendapat, berdialog secara sehat, dan menjaga etika dalam bermedia sosial.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari siswa terkait demokrasi, peran generasi muda dalam pembangunan daerah, hingga cara menyikapi perbedaan pandangan di lingkungan sekolah maupun ruang digital.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Purworejo, Puguh Trihatmoko, mengatakan pendidikan politik merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap persoalan kebangsaan.

Menurutnya, pembentukan kesadaran politik tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam membangun generasi yang berintegritas, toleran, serta memiliki tanggung jawab sosial.

“Pendidikan politik sejak usia sekolah penting karena dapat membentuk karakter generasi muda yang tidak apatis terhadap persoalan bangsa,” kata Puguh.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari.