Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan anak dan remaja dari berbagai ancaman di ruang digital, termasuk penyebaran paham radikalisme dan terorisme yang kerap memanfaatkan media sosial maupun forum daring.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru dalam upaya perlindungan anak. Menurutnya, ruang digital kerap dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan ideologi kekerasan, intoleransi, hingga kebencian.
“Media sosial, forum daring, hingga ruang pergaulan digital sering dimanfaatkan untuk menyebarkan ideologi kekerasan dan intoleransi. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi sangat penting,” kata Dwi, Rabu (11/3/2026).
Ia menegaskan bahwa anak dan remaja merupakan generasi penerus bangsa yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan aman dan bebas dari kekerasan. Namun, sejumlah kasus yang melibatkan anak dan remaja dalam jaringan radikalisme menunjukkan bahwa kelompok usia muda juga rentan terpapar ideologi ekstrem.
Menurut Dwi, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa literasi digital dan kemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki oleh anak-anak. Kemampuan menyaring informasi di ruang digital dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda.
“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Anak dan remaja bukan hanya harus dilindungi, tetapi juga dapat menjadi agen perdamaian yang menyebarkan nilai toleransi dan kebhinekaan,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemprov DKI Jakarta juga menggencarkan berbagai kegiatan sosialisasi yang melibatkan pakar di bidang pencegahan radikalisme. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para pelajar dan generasi muda dapat memahami bahaya paham ekstrem sekaligus memperkuat nilai toleransi.
Dwi menambahkan, upaya edukasi dan sosialisasi merupakan langkah preventif yang penting untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam ideologi kekerasan.
“Kegiatan sosialisasi seperti ini merupakan langkah preventif agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah sejak dini. Kami ingin mewujudkan Jakarta sebagai kota layak anak, di mana setiap anak dapat tumbuh dengan bahagia dan terlindungi,” kata dia.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!