Pemkot Surabaya Represtansikan Toleransi Melalui Ornamen Imlek

Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadirkan ornamen naga
di balai kota setempat untuk merayakan Tahun Baru China 2024,
sekaligus merepresentasikan persatuan dan toleransi antar masyarakat
wilayah setempat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto
menyatakan ornamen naga yang dipasang disesuaikan dengan shio naga
kayu.

“Naga yang di Balai Kota Surabaya tingginya 6 meter dan panjang 25
meter,” kata Dedik dikutip Antara, Selasa (6/2).

Dedik menyebut pemasangan ornamen sudah menjadi tradisi pemerintah
kota, setiap jelang perayaan keagamaan.

Upaya ini untuk menunjukkan bahwa roda kehidupan di Kota Surabaya
bergerak karena kekuatan toleransi antara umat beragama maupun suku
dan ras yang ada.

“Surabaya ini rumah bagi siapapun, tanpa memandang perbedaan yang
ada,” ujar dia.

Ornamen Imlek berbentuk naga didominasi warna merah dan emas. Pada
bagian wajahnya juga dilengkapi dua helai kumis pada sisi kanan dan
kiri serta tanduk.

Pada bagian leher hingga ekor naga tersebut dilengkapi puluhan sisik
warna emas hingga dua lengan berserta cakarnya.

Mulut naga itu nampak terbuka memperlihatkan taring dengan warna emas
pula, posisi badannya membentuk gelombang berjumlah empat lekukan.
Turut juga disertakan tulisan “Imlek 2024” dan “2575 Kongzili”.

Posisi dekorasi Imlek berbentuk naga dipasang di sisi kanan rangkaian
huruf “Balai Kota” yang punya warna merah dan putih.

Sedangkan, Pemkot Surabaya melengkapi naga dengan rangkaian lampu hias
di bagian kerangka penopangnya, sehingga saat malam hari badan hewan
mitologi nampak menyala.

Mengingat saat ini musim hujan, maka pemkot melalui DLH setempat lebih
memanfaatkan bahan kain untuk membentuk bagian tubuh naga itu.

“Kain lebih awet kalau kepalanya dari styrofoam. Kemudian kami pasang
profil tank sebagai penyeimbang di kepala dan ekornya untuk
mengantisipasi angin kencang,” ucapnya.

Selain Balai Kota Surabaya, beberapa lokasi juga dihiasi ornamen
Imlek, seperti rangkaian lampion di Jalan Panglima Sudirman atau
tepatnya di sekitaran Monumen Bambu Runcing.

“Di Kya-Kya Jalan Kembang Jepun sudah ada lampion dan ornamen
barongsai. Kalau di Balai Pemuda itu ada ornamen gerbang klenteng,
kami pasang semuanya untuk Imlek,” ucap dia.