Pemkot Surabaya Libatkan 12.000 ASN dan Pemuda Dampingi 1.361 RW lewat Program Kampung Pancasila

Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mempercepat penguatan nilai gotong royong melalui program Kampung Pancasila dengan melibatkan pemuda dan sekitar 12.000 Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka ditugaskan mendampingi 1.361 Rukun Warga (RW) sebagai upaya menghidupkan solidaritas sosial di tingkat kampung.

Program tersebut diluncurkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan. Kegiatan juga diikuti tokoh lintas agama, organisasi masyarakat, pemuda, mahasiswa, serta perwakilan RW secara daring.

Eri menegaskan kekuatan Surabaya sejak lama bertumpu pada budaya gotong royong dan toleransi. Nilai tersebut, menurutnya, harus terus dijaga dan diterjemahkan dalam gerakan nyata melalui Kampung Pancasila.

“Sejak tahun 1960, Surabaya sudah punya toleransi yang tinggi. Ini yang harus kita pegang dan kita lanjutkan,” kata Eri, Senin (20/4/2026).

Ia menekankan Kampung Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan. Program ini harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari dengan keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda.

“Kalau Surabaya harus sejahtera tanpa pergerakan anak muda, itu tidak mungkin. Pemerintah daerah tidak bisa menyelesaikan permasalahan sendiri,” ujarnya.

Eri juga mencontohkan konsep kesejahteraan kolektif melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang terkoordinasi di tingkat kampung. Menurutnya, mekanisme tersebut dapat membantu warga yang membutuhkan secara tepat sasaran.

Selain itu, Pemkot Surabaya mendorong penguatan di bidang lingkungan dengan mengajak warga memilah sampah dari rumah. Hasil penjualan sampah dinilai dapat menjadi sumber pendanaan kegiatan sosial di tingkat RW.

“Kalau botol plastik dipisah di masing-masing RW lalu dijual, hasilnya bisa masuk kas RW untuk pergerakan sosial,” ujar Eri.

Pada bidang sosial budaya, Kampung Pancasila diarahkan memperkuat solidaritas warga melalui gotong royong membantu masyarakat kurang mampu. Eri menilai berbagai persoalan seperti akses pendidikan dan kemiskinan seharusnya dapat diselesaikan di tingkat RW dengan dukungan pemerintah.

Karena itu, setiap RW akan didampingi ASN dan didorong aktif melaporkan permasalahan melalui Kader Surabaya Hebat, PKK, maupun pengurus RT/RW.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Kampung Pancasila Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat di tingkat RW dengan kolaborasi seluruh unsur.

Ia menjelaskan konsep Kampung Pancasila terinspirasi dari pengalaman Surabaya saat pandemi COVID-19, ketika warga secara spontan bergotong royong membantu sesama tanpa menunggu instruksi pemerintah.

Pengalaman tersebut kemudian dirumuskan menjadi gerakan terstruktur untuk menangani berbagai persoalan, mulai dari pencegahan stunting, akses pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

Sebagai bentuk penguatan, sekitar 12.000 ASN diterjunkan sebagai pendamping bagi 1.361 RW. Pendampingan dilakukan bersama pemuda dan elemen masyarakat agar program berjalan efektif sesuai kebutuhan warga.

Kampung Pancasila sendiri dijalankan melalui empat pilar utama, yakni lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, dan sosial budaya. Pemkot Surabaya berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut dalam memperkuat gotong royong dan kesejahteraan warga.