Pemkab Bangka dan FKUB Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menegaskan komitmen untuk terus memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pelantikan pengurus FKUB Kabupaten Bangka masa bakti 2026–2031 yang digelar di Sungailiat, Kamis (9/7/2026).

Bupati Bangka, Fery Insani, mengatakan FKUB memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun komunikasi lintas agama, memperkuat semangat persaudaraan, sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Sebagai mitra pemerintah daerah, FKUB mempunyai peranan strategis dalam menjaga dan memperkuat toleransi antarumat beragama,” ujarnya.

Fery menjelaskan Kabupaten Bangka yang terdiri atas delapan kecamatan memiliki keragaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang menjadi kekayaan daerah. Karena itu, menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat keberagaman tersebut.

“Keberagaman ini harus dijaga dan dirawat bersama, tidak boleh menjadi alasan perpecahan, melainkan menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera,” katanya.

Ia menilai peran FKUB tidak hanya sebatas menjadi ruang komunikasi antarumat beragama, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun dialog, memperkuat moderasi beragama, mencegah potensi konflik, serta mempererat hubungan antarkelompok masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Fery juga mengingatkan pentingnya memperkuat komunikasi dan literasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar dan berpotensi memicu kesalahpahaman.

Ia berharap kepengurusan FKUB yang baru mampu menghadirkan program-program yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Saya berharap pengurus FKUB yang baru mampu menghadirkan program yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, memperkuat moderasi beragama, serta terus menjaga komunikasi yang erat dengan semua elemen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Bangka, Husien Djais, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama melalui pendekatan dialog dan penguatan sinergi dengan berbagai lembaga.

Menurut Husien, FKUB juga akan meningkatkan koordinasi dengan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat guna mengantisipasi potensi konflik yang dapat muncul akibat penyalahgunaan simbol maupun ajaran keagamaan.

“Kami juga akan memperkuat sinergi dengan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) untuk mencegah konflik akibat penyalahgunaan simbol atau ajaran menyimpang. Cara ini kami ambil melalui dialog dengan merangkul seluruh umat beragama,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, dan masyarakat, Kabupaten Bangka berharap dapat terus mempertahankan iklim kerukunan yang kondusif. Penguatan dialog, moderasi beragama, dan komunikasi lintas komunitas dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas daerah tersebut.