Bekasi – Pemerintah mulai mendorong transformasi peran rumah ibadah di Indonesia. Tak lagi sekadar tempat ritual keagamaan, rumah ibadah diharapkan menjadi pusat penguatan sosial bahkan ekonomi masyarakat.
Gagasan itu ditegaskan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kemendagri, Akmal Malik, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi Program Kerja Kerukunan Umat Beragama 2026 yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kementerian Agama RI di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Rabu (11/2/2026).
Dalam forum bertema “Merawat Kerukunan Umat Beragama, Indonesia sebagai Inspirasi Dunia” itu, Akmal menilai dinamika rumah ibadah masih menjadi isu sensitif dalam kehidupan kebangsaan. Karena itu, ia mendorong pendekatan baru yang lebih inklusif dan memberdayakan.
“Rumah ibadah jangan hanya dipandang sebagai ruang spiritual. Ia harus menjadi ruang sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Akmal.
Ia mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto agar persatuan dan kemesraan dalam kerukunan terus dijaga. Pesan tersebut, menurutnya, sejalan dengan penekanan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama agar rumah ibadah menjadi wahana penguatan nilai-nilai Pancasila yang pluralistik sekaligus pusat kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurut Akmal, ketika masyarakat merasakan manfaat rumah ibadah bukan hanya dari sisi spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi, potensi konflik akan semakin mengecil.
“Kalau semua merasakan manfaatnya, bibit konflik sosial akan hilang dengan sendirinya. Kita belum sepenuhnya merdeka jika masih ada rasa takut dalam menjalankan ibadah,” tegasnya.
Ia juga meminta adanya kesamaan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam memfasilitasi rumah ibadah. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memberi dukungan dan bahkan apresiasi kepada pengelola rumah ibadah yang mampu menghadirkan dampak sosial luas bagi warga.
Rakornas tersebut dihadiri Kepala Pusat KUB Kemenag RI, para Ketua Tim KUB, serta Kasubag TU Kanwil Kemenag dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penyusunan strategi penguatan kerukunan tahun 2026.
Kepala Pusat KUB Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad, yang mewakili Sekjen Kemenag, menegaskan bahwa kerukunan merupakan investasi strategis bangsa.
“Kerukunan dan cinta kemanusiaan adalah prioritas utama kami. Tanpa itu, pembangunan tidak akan punya fondasi yang kokoh,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui Rakornas ini Kementerian Agama bersama Kemendagri berkomitmen memperkuat tim kerukunan di seluruh provinsi. Harapannya, program-program yang lahir bukan sekadar administratif, tetapi tumbuh dari kebutuhan riil masyarakat.
“Indonesia harus menjadi mercusuar kerukunan dunia. Itu hanya bisa tercapai jika kerja-kerja kerukunan dirawat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme!